Bergabunglah bersama kami di
Facebook Renungan Pagi @blogspot 

Baru! daftar bacaan Rumus Umum Santa Perawan Maria  (klik di sini)
(untuk kepentingan bacaan alternatif  liturgi sabda, peringatan fakultatif Santa Perawan Maria)


BEATIFIKASI PAUS PAULUS VI, 19 Oktober 2014 pk. 15.30 (LIVE)




Rabu, 22 Oktober 2014 Hari Biasa Pekan XXIX

Rabu, 22 Oktober 2014
Hari Biasa Pekan XXIX
   
Titik pusat Salam Maria adalah nama Yesus, ibarat sendi yang menghubungkan kedua bagian Salam Maria. (St. Yohanes Paulus II, Paus)
     
Antifon Pembuka (Yes 12:4)
  
Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya, beritahukanlah karya-Nya di antara para bangsa, masyhurkanlah bahwa nama-Nya tinggi luhur.
  
Doa Pagi
    
Allah Bapa, pencipta alam semesta dan segala yang hidup, Engkau membangun kerajaan-Mu di tengah-tengah kami. Penuhilah kami dengan semangat kegiatan untuk membangun dunia baru, yang Kaupercayakan kepada kami. Semoga kami siap sedia bila tiba saatnya Engkau menyempurnakan segalanya dengan cinta kasih-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus (3:2-12)
     
"Rahasia Kristus kini telah diwahyukan dan para bangsa menjadi pewaris perjanjian."
       
Saudara-saudara, kalian telah mendengar, tentang tugas penyelenggaran kasih karunia Allah yang telah dipercayakan kepadaku demi kalian, yaitu bagaimana rahasianya telah dinyatakan kepadaku melalui wahyu seperti yang pernah kutulis dengan singkat. Apabila kalian membacanya, kalian dapat mengetahui pengertianku mengenai rahasia Kristus. Pada zaman angkatan-angkatan dahulu rahasia itu tidak diberitakan kepada umat manusia, tetapi sekarang dinyatakan dalam Roh kepada para rasul dan para nabi-Nya yang kudus. Berkat pewartaan Injil orang-orang bukan Yahudi pun turut menjadi ahli waris, menjadi anggota-anggota tubuh serta peserta dalam janji yang diberikan Kristus Yesus. Dan aku telah menjadi pelayan Injil itu menurut pemberian kasih karunia Allah yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan karya kekuasaan-Nya. Sebenarnya aku ini orang yang paling hina di antara segala orang kudus. Tetapi kepadaku telah dianugerahkan kasih karunia untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus yang tidak terduga itu. Aku diutus menyatakan apa isi rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, pencipta segala sesuatu. Maksudnya supaya sekarang ini pelbagai ragam hikmat Allah diberitahukan oleh jemaat kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di surga, sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan Allah dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan menghadap kepada Bapa dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Kidung Tanggapan, do = c, 4/4, PS 864.
Ref. Kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.
Atau Tuhan, Dikaulah sumber air hidup.
Ayat. (Yes 12:2-3.4bcd.5-6)
1. Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya denagn tidak gemetar; sebab Tuhan Allah itu kekuatan dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.
2. Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya, beritahukanlah karya-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah bahwa nama-Nya tinggi luhur!
3. Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab mulialah karya-Nya! Baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung ditengah-tengahmu!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. (Mat 24:44)
Berjaga-jaga dan bersiap-siaplah, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (12:39-48)
     
"Barangsiapa diberi banyak, banyak pula yang dituntut darinya."
       
Pada suatu ketika berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, "Camkanlah ini baik-baik! Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Hendaklah kalian juga siap sedia, karena Anak Manusia akan datang pada saat yang tak kalian sangka-sangka." Petrus bertanya, "Tuhan, kami sajakah yang Kaumaksud dengan perumpamaan ini ataukah juga semua orang?" Tuhan menjawab, "Siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk membagikan makanan kepada mereka pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang melakukan tugasnya, ketika tuan itu datang. Aku berkata kepadamu: Sungguh, tuan itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Tetapi jika hamba itu jahat dan berkata dan berkata dalam hatinya, 'Tuanku tidak datang-datang.' Lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, pria maupun wanita, dan makan minum serta mabuk, maka tuannya akan datang pada hari yang tidak disangka-sangkanya dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan tuan itu akan membunuh dia serta membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia. Hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Barangsiapa diberi banyak, banyak pula yang dituntut daripadanya. Dan barangsiapa dipercaya banyak, lebih banyak lagi yang dituntut daripadanya."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
 
Injil hari ini mengajarkan kepada kita bagaimana kesetiaan terhadap seorang tuan dapat dibangun. Yesus lewat perumpamaan-Nya mengajak kita untuk setia kepada tuan melalui karya yang dipercayakan kepada kita. Memandang setiap orang sebagai Kristus sendiri yang meminta adalah kunci yang tepat untuk melaksanakan karya – karya yang membangun diri. Terkadang kita merasa jengkel terhadap atasan dalam dunia pekerjaan. Apabila kita mau memandangnya sebagai Kristus sendiri yang meminta, tentu saja apa yang kita lakukan atas perintah atasan sebenarnya tertuju kepada Kristus sendiri dan menjadi sebuah persembahan yang hidup. Bukankah kita hidup demi Kristus? Melalui apa kita hidup untuk Kristus? Lewat karya yang dipercayakan kepada kita. Di mata Tuhan tidak ada pekerjaan rendahan atau pekerjaan tingkat atas. Karya yang kita lakukan dengan kesungguhan hati sungguh menjadi persembahan bagi Tuhan. Ibu Teresa dari Kalkuta pernah mengungkapkan hal yang sama “melakukan hal kecil dengan cinta yang besar”; sekarang kita sadari bersama bahwa pengabdian kepada Tuhan membutuhkan relasi dan perjumpaan dengan sesama. Kita terlebih dahulu menerima mereka sebagai Kristus sendiri yang meminta. “…setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut." Tentu saja, semua yang kita miliki adalah milik Tuhan, dan dikembalikan kepada Tuhan. Melalui apa? Mengembalikannya melalui sesama juga. Contoh kecil, orang yang memiliki harta berkecukupan harus menyadari bahwa miliknya adalah milik Allah juga. Ada suatu tuntutan kasih dari Allah agar yang berkecukupan berbagi kepada mereka yang berhak menerima. Kedudukan sebenarnya adalah suatu akses yang digunakan Allah agar kita mau berbagi, melaksanakan karya kasih dan peduli terhadap sesama. Seorang atasan harus sadar justru posisinya bukanlah sekedar memimpin, tetapi juga melayani dan memberi lebih. Tuntutan kasih itu datang bukan karena Allah benci, tetapi karena Allah memakai kita semuanya, apapun profesinya untuk saling membangun dunia sehingga Kerajaan Allah benar – benar dirasakan di bumi. Akhir kata, kutipan indah ini dapat memotivasi kita : “Aku tidak dapat melakukan hal yang dapat kamu lakukan, kamu tidak dapat melakukan apa yang aku lakukan. Maka, bersama kita dapat melakukan hal yang besar” (Ibu Teresa dari Kalkuta). Kita diciptakan untuk saling memberi diri, bukan sebaliknya, menolak dan menjauh dari realitas kehidupan.
    

Deus Providebit

Kebahagiaan sejati

Selasa, 21 Oktober 2014
Hari Biasa Pekan XXIX
     

Ef. 2:12-22; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; Luk. 12:35-38.
     
Kebahagiaan sejati seorang abdi atau pelayan ternyata bukan karena ia mendapat upah dari tuannya, namun karena ia selalu siap sedia melaksakan tugas dan kewajibannya. Rasa-rasanya mentalitas ini masih perlu untuk terus dibangun dan ditingkatkan dalam berbagai tempat pelayanan di masyarakat kita. Kita sering mendapati adanya pelayan-pelayan masyarakat yang pada jam-jam kerja justru malah ngobrol/ngrumpi, ngegame, jalan-jalan, dll. Akibatnya, tidak hanya pada saat atasan melakukan sidak, mereka menjadi kelabakan tetapi juga banyak pelayanan publik yang tidak berjalan dengan baik. Banyak orang rupanya sudah mulai terjangkiti mentalitas buruk semacam ini sejak kecil, misalnya dengan mbolos saat sekolah atau ramai di kelas dan keluyuran saat guru tidak ada di tempat. Maka, kedisiplinan merupakan salah satu bentuk revolusi mental yang harus kita jalani. Kata "disiplin" berasal dari bahasa latin "discipulus" yang berarti murid (bahasa Inggrisnya "disciple"). Jadi tidak salah kalau Yesus menuntut murid-murid-Nya, yakni kita semua untuk disiplin.

Doa: Tuhan, bantulah kami untuk menjadi orang yang disiplin dalam melaksakan tugas dan kewajiban kami setiap hari. Amin. -agawpr-

Selasa, 21 Oktober 2014 Hari Biasa Pekan XXIX

Selasa, 21 Oktober 2014
Hari Biasa Pekan XXIX
 
“Hidup bahagia harus kita cari dan kita minta dari Tuhan.” (St. Agustinus)
 
Antifon Pembuka (Ef 2:20)

Kalian dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

Doa Pagi

Allah Bapa Pencipta alam semesta, Engkau berkenan membangun Kerajaan-Mu di tengah-tengah kami. Kami mohon, jadikanlah kami hamba-hamba yang setia untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab kami, baik dalam keluarga, Gereja, maupun masyarakat. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
   
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus (2:12-22)
    
"Kristuslah damai sejahtera kita yang mempersatukan kedua belah pihak."
      
Saudara-saudara, ingatlah bahwa kalian dahulu tanpa Kristus. Waktu itu kalian tidak termasuk warga umat Allah dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan. Waktu itu kalian tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dunia. Tetapi sekarang dalam Kristus Yesus, kalian yang dahulu jauh, sudah menjadi dekat oleh darah Kristus. Dialah damai sejahtera kita, yang mempersatukan kedua belah pihak, dan yang telah merobohkan tembok pemisah, yaitu permusuhan. Sebab dengan wafat-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru dalam diri-Nya. Dengan demikian Ia mengadakan damai sejahtera. Dalam satu tubuh Ia memperdamaikan keduanya dengan Allah oleh salib dan mengakhiri permusuhan pada salib itu. Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kalian yang jauh dan kepada mereka yang dekat. Sebab oleh Dia kita, kedua pihak, beroleh jalan masuk kepada Bapa dalam satu Roh. Demikianlah kalian bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan sewarga dengan orang kudus dan anggota keluarga Allah. Kalian dibangun atas dasar para rasul dan para nabi dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di atas Dia tumbuhlah seluruh bangunan yang rapih tersusun menjadi bait Allah yang kudus dalam Tuhan. Di atas Dia pula kalian turut dibangun menjadi kediaman Allah dalam Roh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya.
Ayat. (Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14)
1. Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah! Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya? Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa, dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.
2. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.
3. Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, agar kalian tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (12:35-38)
   
"Berbahagialah hamba yang didapati tuannya sedang berjaga."
      
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Hendaklah kalian seperti orang yang menanti-nantikan tuannya pulang dari pesta nikah, supaya jika tuannya datang dan mengetuk pintu, segera dapat dibukakan pintu. Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang berjaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu, Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah para hamba itu.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan
 
  Beberapa waktu yang lalu seorang teman berkeluh kesah kepada saya soal peristiwa yang dia alami. Ia bertengkar dengan kekasihnya gara-gara ia tidak ada di stasiun kereta ketika kekasihnya tiba. Waktu itu kereta terlambat datang dan ia memutuskan untuk pergi ke tempat lain biar tidak bosan. Akibatnya, ketika sang kekasih datang dia tidak ada di tempat, ia juga tak membawa HP karena terburu-buru. Sang pacar pulang dengan naik taksi dan pertengkaran terjadi ketika dia datang ke rumah snag kekasih. Teman saya ternyata kurang sabar dalam menanti.

Kisah di atas mungkin juga pernah kita alami. Kita kurang sabar dan tidak siap sedia sehingga beberapa hal di dalam hidup kita terlewatkan. Banyak hal yang seharusnya menggembirakan, lenyap begitu saja. Menanti memang tidak mudah untuk kita, manusia modern. Menanti sepertinya membuang waktu dan kurang produktif. Kita berpikir bahwa lebih baik melakukan aktivitas lain, padahal yang menjadi prioritas adalah soal menanti. Menanti memang tidak mudah.

Dalam Injil Luk 12:35-38, Yesus mengajak kita untuk merenungkan soal siap sedia dan sabar dalam menanti. Menanti sesuatu sungguh tidak mudah, apalagi menanti sesuatu yang tidak pasti. Kadang menanti juga membuat kita cepat bosan dan putus asa. Maka, ciri orang yang mampu menanti adalah menjadi seperti hamba dalam Injil hari ini (Luk 12:35-38). Ia siap sedia dengan pinggang tetap terikat dan pelitanya tetap menyala (ay. 35). Tetapi, menjaga sikap semacam ini tidak mudah. Kita sering terlena dan lupa pada tujuan kita, cepat bosan, dan akhirnya tidak setia. Kuncinya ada pada pelita kita yang tetap bernyala. Itulah yang disebut harapan. Harapan akan mengusir segala hal yang menghambat kita untuk setia dan juga siap menjadi sumber kekuatan tatkala yang kita nanti tak kunjung tiba.

Hidup kita selalu dihadapkan pada banyak penantian akan datangnya Kerajaan Allah sendiri dan juga rahmat-rahmat-Nya. Itu semua membutuhkan harapan yang menjaga kita agar tetap siaga. Yakinlah ketika kita menanti dengan luapan harapan, maka kita tak akan pernah kecewa atau putus asa. Akhirnya kita pun boleh menerima rahmat Allah dengan sukacita di dalam hidup kita. Orang yang setia menanti tidak akan dikecewakan Allah. (Cafe Rohani)

Senin, 20 Oktober 2014 Hari Biasa Pekan XXIX

Senin, 20 Oktober 2014
Hari Biasa Pekan XXIX
  
Berdoa dengan giat berarti mengetuk pintu pada Dia, di mana kita berdoa dengan gerakan-gerakan hati bertahan dan penuh bakti. (St. Agustinus)
    

Antifon Pembuka (Ef 2:4-5)

Allah yang kaya rahmat, telah menghidupkan kita bersama Kristus, sekalipun kita telah mati karena kesalahan-kesalahan kita. Jadi kita diselamatkan karena kasih karunia.

Tobat 3

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah jalan menuju Bapa. Tiada orang yang dapat sampai kepada Bapa tanpa melalui Engkau. Tuhan, kasihanilah kami.

Engkaulah kebenaran, Sabda Bapa yang diwahyukan kepada manusia untuk diimani dan dihayati. Kristus, kasihanilah kami.

Engkaulah kehidupan ilahi yang dilimpahkan kepada manusia dan membangkitkan orang dari kematian dosa. Tuhan, kasihanilah kami.
 

Doa Pagi
   

Ya Allah, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau telah membangunkan kami dan membawa terang matahari pagi. Terlebih Engkau membimbing kami kepada terang hati Sengan sabda Putra-Mu. Bantulah kami dalam melangkah di jalan keselamatan Putra-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
      
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus (2:1-10)

      
Saudara-saudara, kalian dahulu sudah mati karena pelanggaran dan dosamu. Kalian hidup di dalamnya karena kalian mengikuti jalan dunia ini, karena kalian mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang kini bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara orang-orang durhaka itu, ketika kami hidup dalam hawa nafsu daging, menuruti kehendak daging serta pikiran yang jahat. Jadi pada dasarnya kita ini orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti yang lain itu. Tetapi terdorong oleh kasih-Nya yang besar, yang telah dilimpahkan kepada kita, Allah yang kaya dengan rahmat telah menghidupkan kita bersama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati karena kesalahan kita. Jadi kalian diselamatkan berkat kasih karunia. Di dalam Kristus Yesus itu Allah telah membangkitkan kita juga dan meberi tempat di surga bersama dengan Dia. Dengan demikian Allah bermaksud di masa yang akan datang menyatakan kasih karunia-Nya yang berlimpah, sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. Sebab berkat kasih karunia kalian diselamatkan oleh iman. Keselamatan itu bukanlah usahamu, melainkan pemberian Allah. Jadi keselamatan itu bukanlah hasil pekerjaanmu. Maka jangan sampai ada yang memegahkan diri. Sebab sesungguhnya kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik, yang sudah dipersiapkan Allah sebelumnya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 840
Ref. Tuhanlah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita.
atau Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.
Ayat. (Mzm 100:2-5; Ul: lh. 3c)

1. Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
2. Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
3. Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, masuklah ke pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya, dan pujilah nama-Nya!
4. Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-menurun.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Alleluya.
      
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (12:13-21)
     

Sekali peristiwa Yesus mengajar banyak orang. Salah seorang dari mereka berkata kepada Yesus, “Guru, katakanlah kepada saudaraku, supaya ia berbagi warisan dengan daku.” Tetapi Yesus menjawab, “Saudara, siapa yang mengangkat Aku menjadi hakim atau penengah bagimu?” Kata Yesus kepada orang banyak itu, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan! Sebab walaupun seseorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidak tergantung dari kekayaannya itu.” Kemudian Ia menceritakan kepada mereka perumpamaan berikut, “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya, ‘Apakah yang harus kuperbuat, sebab aku tidak punya tempat untuk menyimpan segala hasil tanahku’. Lalu katanya, ‘Inilah yang akan kuperbuat: Aku akan merombak lumbung-lumbungku, lalu mendirikan yang lebih besar, dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum serta barang-barangku. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya. Beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!’ Tetapi Allah bersabda kepadanya, ‘Hai orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu. Bagi siapakah nanti apa yang telah kausediakan itu?’ Demikianlah jadinya dengan orang yang menimbun harta bagi dirinya sendiri, tetapi ia tidak kaya di hadapan Allah.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami
  
Renungan

   
Ketamakaan merupakan salah satu bentuk kejahatan yang mengancam kehidupan bersama. Karena adanya orang-orang yang tamak, maka kekayaan alam dieksploitasi sehingga rusak dan tidak lagi menjadi tempat tinggal kita yang aman dan nyaman. Karena ketamakan pula, orang mengambil yang bukan haknya sehingga orang lain menjadi korban ketidakadilan dan mengalami kemiskinan. Untuk itu, marilah kita perhatikan baik-baik peringatan dari Yesus ini, "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan!" Ketamakan, selain merugikan dan mencelakakan banyak orang, juga tidak memberi jaminan apa-apa untuk masa depan kita. Tuhan lah yang menjamin hidup dan masa depan kita sehingga kita harus menjadi orang yang kaya di hadapan Allah. Dan di sinilah berlaku apa yang disebut paradoks. Untuk menjadi kaya di hadapan Allah, justru kita harus mau berbagi dan memberikan yang kita miliki.

Doa: Tuhan, bebaskanlah kami dari sikap tamak dan berilah kami hati yang pemurah untuk berbagi. Amin. -agawpr-

Melaksanakan tugas dan panggilan

Minggu, 19 Oktober 2014
Hari Minggu Biasa XXIX, Hari Minggu Evangelisasi
      

Yes. 45:1,4-6; Mzm. 96:1,3,4-5,7-8,9-10ac; 1Tes. 1:1-5b; Mat. 22:15-21.
   
Besok, 20 Oktober 2014, kita akan resmi memiliki Presiden baru. Setelah memenangkan pemilu pada bulan Juli yang lalu, Jokowi akan dilantik sebagai Presiden RI yang ke-7. Majalah TIME edisi 27 Oktober 2014 mengusung Presiden kita ini sebagai topik utama sekaligus memasang foto wajahnya pada sampul depan dengan judul sampul "A New Hope". Salah satu artikel utamanya adalah tulisan Hannah Beech dan berjudul "The New Face of Indonesian Democracy". Sebagai warga Gereja sekaligus warga negara yang baik, marilah kita sambut dengan penuh syukur kehadiran Presiden baru kita ini. Baik dengan doa maupun karya yang nyata, kita dukung usaha-usahanya untuk menjadikan Indonesia Hebat dengan melakukan revolusi mental. Kita laksanakan tugas dan panggilan kita untuk ikut serta mengabdi bangsa dan negara, salah satunya dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban kita sebaik-baiknya.

Doa: Tuhan, bantulah kami dengan rahmat-Mu agar kami dapat menjadi warga Gereja dan warga negara yang baik. Amin. -agawpr-

Terbaik dan Tetap Aman