Bergabunglah bersama kami di
Facebook Renungan Pagi @blogspot 

Baru! daftar bacaan Rumus Umum Santa Perawan Maria  (klik di sini)
(untuk kepentingan bacaan alternatif  liturgi sabda, peringatan fakultatif Santa Perawan Maria)

DOA VIGILI ADVEN UNTUK KEHIDUPAN (BAGI SEMUA MANUSIA YANG BARU LAHIR)
CARA PERTAMA (Keuskupan Bogor) (klik di sini) 
CARA KEDUA (Keuskupan Bogor) (klik di sini)
DISUSUN OLEH KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG (klik di sini) 









Tuhan satu-satunya jaminan pertolongan dan keselamatan kita.

Selasa, 25 November 2014
Hari Biasa Pekan XXXIV
     
     
Why 14:14-20; Mzm 96:10.11-12.13; Luk 21:5-11
                   
Semua yang ada di dunia ini tidak ada yang abadi. Oleh karena itu, Yesus mengingatkan agar kita selalu waspada dan jangan sampai tersesat. Kesesatan yang dimaksud adalah kita terlalu memuja dan mengagungkan hal-hal duniawi dan sebagai akibatnya kita memburunya dengan segala cara. Bagaimana pun, dunia dengan segala isinya adalah ciptaan Tuhan. Semua yang indah, semua yang mengagumkan, semua yang bisa kita nikmati, adalah ciptaan Tuhan. Oleh karena itu, kekaguman kita pada hal-hal duniawi tersebut tidak boleh berhenti di situ saja tetapi harus membawa kita pada pemujaan terhadap Tuhan. Kita jangan sampai tersesat dengan memburu barang-barang duniawi, yang pada saatnya harus kita tinggalkan dan tidak bisa memberi pertolongan apa-apa. Namun, kita harus "memburu" Tuhan, Sang empunya semuanya itu. Dia lah satu-satunya jaminan pertolongan dan keselamatan kita. "Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya. Carilah wajah-Nya selalu!" (Mzm 105:4). Maka, "wajah-Mu kucari ya Tuhan" (Mzm 27:8)
 
Doa: Tuhan, semoga melalui keindahan duniawi yang kami jumpai, kami semakin memuja nama-Mu dan mencari-Mu sebagai satu-satunya sumber serta jaminan keselamatan kami. Amin. -agawpr-

Selasa, 25 November 2014 Hari Biasa Pekan XXXIV

Selasa, 25 November 2014
Hari Biasa Pekan XXXIV

Hendaklah kita sadar, bahwa kita adalah orang asing di dunia ini -- St Agustinus

Antifon Pembuka (Mzm 96:10)

Katakanlah di antara para bangsa, "Tuhan itu Raja!" Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah, Ia akan mengadili para bangsa dalam kebenaran.

Doa Pagi

Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau menghendaki agar kami semua selamat. Semoga kami selalu waspada dan siap sedia menyambut kedatangan Kerajaan-Mu dengan tetap bertekun pada tugas dan panggilan kami masing-masing. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
  
Akhir zaman ditandai dengan penuaian. Mereka yang mendapatkan penebusan dan setia terhadap Penebusnya mendapatkan keselamatan bersama Sang Penebus. Sang Penebus turut menjadi penuai di akhir zaman, untuk menuai hasil dari apa yang telah ditaburkan dalam setiap karya-Nya.
 
Bacaan dari Kitab Wahyu (14:14-20)
        
"Sudah tiba saatnya untuk menuai sebab tuaian di bumi sudah masak."
  
Aku, Yohanes, melihat, sesungguhnya ada awan putih. Di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di kepalanya dan sebilah sabit tajam di tangannya. Lalu keluarlah seorang malaikat lain dari bait suci. Ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu, “Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai, sebab tuaian di bumi sudah masak.” Maka Dia yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabit-Nya ke atas bumi, dan bumi pun dituailah. Lalu seorang malaikat lain keluar dari bait suci di surga. Ia pun memegang sebilah sabit tajam. Dan seorang malaikat lain datang dari mezbah. Ia berkuasa atas api, dan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya, “Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan potonglah buah pohon anggur di bumi karena buahnya sudah masak.” Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Allah. Maka buah anggur itu dikilang di luar kota dan dari kilangan itu mengalirlah darah, tingginya sampai ke kekang kuda, dan jauhnya dua ratus mil.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan datang menghakimi bumi.
Ayat. (Mzm 96:10.11-12.13)
1. Katakanlah di antara bangsa-bangsa, “Tuhan itu Raja! Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”
2. Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai, biar gemuruhlah laut serta segala isinya! Biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya, dan segala pohon di hutan bersorak-sorai.
3. Biarlah mereka bersukacita di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.
 
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Hendaklah engkau setia sampai mati, sabda Tuhan, dan Aku akan mengurniakan kepadamu mahkota kehidupan.
 
Yesus pun memperingatkan para murid akan situasi akhir zaman. Akan terjadi kekacauan dan peperangan, banyak orang akan disesatkan dan banyak orang tidak mampu menemukan jalan untuk meraih kehidupan. Dalam situasi ini, ajaran Yesus bisa menjadi pegangan utama untuk melewati semuanya itu dengan selamat.
  
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (21:5-11)
    
"Tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain."
  
Ketika itu beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan yang dihiasi dengan batu indah, dan berbagai macam barang persembahan. Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Akan tiba harinya segala yang kalian lihat di situ diruntuhkan, dan tidak akan ada satu batu pun dibiarkan terletak di atas batu yang lain.” Lalu murid-murid bertanya, “Guru, bilamanakah hal itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?” Jawab Yesus, “Waspadalah, jangan sampai kalian disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku, dan berkata, ‘Akulah Dia’ dan ‘Saatnya sudah dekat’. Janganlah kalian mengikuti mereka. Dan bila kalian mendengar kabar tentang perang dan pemberontakan, janganlah kalian terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.” Kemudian Yesus berkata kepada mereka, “Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi yang dahsyat, dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan. Dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan
   
Segala sesuatu di dunia ini akan berakhir. Semuanya serba fana dan terbatas. Hanya Allah yang kekal selamanya. Hanya dia dan sabda-Nya yang tak akan berlalu. Itulah sebabnya dalam situasi yang tidak menentu, kita diundang untuk memiliki kepercayaan yang besar kepada Tuhan. Dialah harapan akan kepastian masa depan kita.

Doa Malam

Yesus, Tuhan dan Allahku, sabda-Mu hari ini mengingatkan aku agar tidak mudah terlena oleh kekayaan, kesuksesan dan kenikmatan. Kuasailah aku dari hawa nafsuku akan kenikmatan dunia sehingga aku dapat Kauselamatkan dari kesesatan dan perbuatan yang sia-sia. Amin.

RUAH

Tuhan melihat, bukan pertama-tama berapa jumlah yang dipersembahkan tetapi ketulusan dan totalitas pemberiannya.

Senin, 24 November 2014
Peringatan Wajib St. Andreas Dŭng-Lac, Imam dan Martir
       


Why. 14:1-3,4b-5; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 21:1-4.  
     
Berbuat dan memberi kasih, bisa dilakukan tidak hanya oleh mereka yang punya atau berkecukupan. Seorang janda yang hidup berkekurangan pun bisa memberi dari kekurangannya. Tuhan melihat, bukan pertama-tama berapa jumlah yang dipersembahkan tetapi ketulusan dan totalitas pemberiannya. Yesus mengakhiri pujian-Nya terhadap janda miskin yang memberi dari kekurangannya dengan menekankan "bahkan ia memberi dari seluruh nafkahnya". Kata-kata penutup ini tampaknya biasa saja namun sebenarnya mengundang para murid dan siapa pun yang mendengarnya untuk berbuat sesuatu, yakni untuk berbuat kasih secara lebih besar. Logikanya begini: Kalau janda tersebut memberi dari kekuarangannya, bahkan memberikan seluruh nafkahnya, berarti ia tidak punya apa-apa lagi untuk hidup atau sekedar untuk makan, minum, dll. Melihat orang seperti ini, Yesus mengajak para murid-Nya untuk berbuat sesuatu bagi si janda miskin yang tidak punya apa-apa lagi tersebut. Demikianlah, Yesus mengajak agar satu tindakan belas kasih yang dilakukan si janda mendatangkan belas kasih baginya dari pihak para murid, yakni kita semua. 
       
Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu untuk memiliki totalitas dalam mempersembahkan diri kepada-Mu dan memberikan pelayanan kepada sesama. Amin. -agawpr-

Senin, 24 November 2014 Peringatan Wajib St. Andreas Dŭng-Lac, Imam dan Martir

Senin, 24 November 2014
Peringatan Wajib St. Andreas Dŭng-Lac, Imam dan Martir
  
Para martir bahagia, yang telah minum dari piala! Mereka telah mengakhiri penderitaan dan menerima penghormatan. (St. Agustinus)
      
    
Antifon Pembuka (bdk. Gal 6:14; 1Kor 1:18)

Semoga kita tidak pernah bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus. Sebab firman Salib adalah kekuatan Allah bagi kita yang diselamatkan.

atau


Para kudus bergembira di surga, sebab mengikuti jejak Kristus. Mereka menumpahkan darah demi Dia dan kini bersukaria selamanya.
    
Tobat 3


Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengajari kami untuk memberi dengan hati sebagai janda dalam bacaan hari ini. Tuhan, kasihanilah kami. 
    
Engkau memberi anugerah yang kami butuhkan secara cukup agar kami bisa berbagi dengan sama. Kristus, kasihanilah kami.  
  
Engkau mengajak kami untuk menghargai hal-hal kecil karena walau kecil merupakan anugerah Bapa bagi ciptaan-Nya. Tuhan, kasihanilah kami.        
  
Doa Pagi

   
Ya Allah, Engkau tidak melihat besarnya jumlah, tetapi ketulusan kami dalam mempersembahkan diri dan milik kami kepada-Mu. Anugerahilah kami kerelaan untuk berbagi satu sama lain atas segala sesuatu yang Kauanugerahkan kepada kami. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. Amin.
    
Bacaan dari Kitab Wahyu (14:1-3. 4b-5)
      
  
"Pada dahi mereka tertulis nama Anak Domba dan nama Bapa-Nya."
    
Aku, Yohanes, melihat. Sungguh, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang. Pada dahi mereka itu tertulis nama Anak Domba dan nama Bapa-Nya. Lalu aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu bunyinya seperti permainan kecapi. Seratus empat puluh empat ribu orang itu menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk serta tua-tua. Tidak seorang pun dapat mempelajari nyanyian itu selain keseratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi. Merekalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai kurban-kurban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba. Dan di dalam mulut mereka tiada terdapat dusta. Mereka tidak bercela.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Inilah angkatan yang mencari wajah-Mu, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 24:1-2. 3-4ab. 5-6)
1. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagat dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
2. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan.
3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu ya Allah Yakub.
 
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Berjaga-jaga dan bersiap-siaplah, sebab Anak Manusia datang pada saat yang tidak kalian duga.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (21:1-4)
   
"Yesus melihat seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti derma."
     
Di Bait Allah, tatkala mengangkat muka, Yesus melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Maka Yesus berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak daripada semua orang itu. Sebab mereka semua memberikan persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberikan dari kekurangannya, bahkan ia memberikan seluruh nafkahnya.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan

 
 Betapa manisnya kata-kata lagu, ”Seluruh jiwa ragaku, hanyalah untukmu, mama!”  Tapi hidup dan kenyataan tak semanis syair lagu. Berapa ibu harus menanggung derita, pun di masa tua, ketika anak-anak yang dilahirkannya ternyata tak punya waktu untuk mama yang semakin tua dan semakin pelupa.
         
Yesus memuji seorang janda yang mampu mempersembahkan hidupnya kepada Allah. Janda itu mau memberi dari kekurangannya, dari apa yang sebenarnya perlu untuk hidupnya. Ia bisa buat hal itu karena ia percaya pada penyelenggaraan Allah. Ia percaya, kalau ia bergantung pada Allah dan memberi kepada Allah apa yang sudah sepatutnya diberikan kepada Allah yakni syukur dan terima kasih atas rahmat-Nya. Inilah pribadi yang disebut Yesus sebagai orang yang berbahagia, miskin secara materi dan miskin secara rohani sehingga menggantungkan diri sepenuhnya pada imannya akan kebaikan Allah.

Banyak orang mampu memberi tetapi dengan mengharapkan imbalan setimpal; banyak orang memberi dari kelebihannya, dari apa yang tidak sangat mempengaruhi hidupnya. Barangsiapa mengikuti Yesus atau percaya sepenuhnya kepada penyelenggaraan Allah, mereka bahkan akan mendapatkan hal yang melimpah di akhirat, yakni mengambilbagian dalam kemuliaan Anak Domba Allah.
 
Ya, Tuhan semoga aku lebih mampu mempersembahkan diri sepenuhnya kepada-Mu dan membiarkan penyelenggaraan-Mu terjadi padaku. Amin.

      
Antifon Komuni (Mat 5:10)
 
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
 
 
Ziarah Batin 2014, Renungan dan Catatan Harian

Minggu, 23 November 2014 Hari Raya Tuhan kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam

Minggu, 23 November 2014
Hari Raya Tuhan kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam
  
Kerajaan Kristus sudah Ada dalam Gereja, namun belum diselesaikan oleh kedatangan Raja di bumi "dengan segala kekuasaan dan kemuliaan" (Luk 21:27) Bdk. Mat 25:31.. Ia masih diserang oleh kekuatan-kekuatan jahat Bdk. 2 Tes 2:7., walaupun mereka sebenarnya sudah dikalahkan oleh Paskah Kristus. Sampai segala sesuatu ditaklukkan kepada-Nya Bdk. 1 Kor 15:28., "sampai nanti terwujudkan langit baru dan bumi baru, yang diwarnai keadilan, Gereja yang tengah mengembara, dalam Sakramen-sakramen serta lembaga-lembaganya yang termasuk zaman ini, mengemban citra zaman sekarang yang akan lalu. Gereja berada di tengah alam tercipta, yang hingga kini berkeluh-kesah dan menanggung sakit bersalin, serta merindukan saat anak-anak Allah dinyatakan" (LG 48). Oleh karena itu orang Kristen berdoa, terutama dalam perayaan Ekaristi Bdk. 1 Kor 11:26., supaya kedatangan kembali Kristus Bdk. 2 Ptr 3:11-12. dipercepat, dengan berseru: "Datanglah Tuhan" (1 Kor 16:22; Why 22:17.20). (Katekismus Gereja Katolik, 671)

Antifon Pembuka (Why. 5:12, 1:6)

Pantaslah Anak Domba yang disembelih itu menerima kuasa dan kekayaan, hikmat, kekuatan, dan hormat. Bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya.
 
How worthy is the Lamb who was slain. to receive power and divinity, and wisdom and strength and honor. To him belong glory and power for ever and ever.
 
Dignus est Agnus, qui occisus est, accipere virtutem, et divinitatem, et sapientiam, et fortitudinem, et honorem. Ipsi gloria et imperium in sæcula sæculorum.


Doa Pagi


Allah Yang Mahakuasa dan kekal, Engkau berkenan membarui segala sesuatu dalam diri Putra-Mu terkasih, Raja Semesta Alam. Semoga segala makhluk yang telah dibebaskan dari perbudaka berhamba pada kebesaran-Mu dan tanpa henti memuji-muji Engkau. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersana dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Nubuat Yehezkiel (34:11-12.15-17)
          
 
"Wahai domba-domba-Ku, aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba."
       
Beginilah firman Tuhan Allah, “Dengar, Aku sendirilah yang akan memperhatikan domba-domba-Ku dan mencari mereka. Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanannya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku, dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserakkan pada hari berkabut dan hari kegelapan. Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku, dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan Allah. Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, sedang yang gemuk dan kuat akan Kulindungi. Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.” “Wahai kamu domba-domba-Ku,” beginilah firman Tuhan Allah, “Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
   
Mazmur Tanggapan, do = d, 3/2, 2/4, PS 849
Ref. Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ayat. (Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6, Ul: lih. 1)
1. Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: 'ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. 'Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.
2. Sekalipun aku harus berjalan berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
3. Kau siapkan hidangan bagiku dihadapan lawanku, Kauurapi kepalaku dengan minyak, dan pialaku melimpah.
4. Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu, sepanjang umur hidupku, aku akan diam di rumah Tuhan, sekarang dan senantiasa.
   
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (15:20-26.28)
    
"Ia menyerahkan Kerajaan kepada Bapa supaya Allah menjadi semua di dalam semua."
      
Saudara-saudara, Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tibalah kesudahan, yaitu bilamana Kristus menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Kristus harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh terakhir yang dibinasakan ialah maut. Dan kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Kristus sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia yang telah menaklukkan segala sesuatu, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Bait Pengantar Injil, do = d, 2/2, PS 953
Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. (Mrk 11:10; 2/4)
Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Diberkatilah kerajaan yang telah tiba, kerajaan Bapa kita Daud

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (25:31-46)
    
"Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya dan akan memisahkan mereka seorang dari seorang."
     
Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya, dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing; Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya, dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum, ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan bertanya kepada-Nya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makanan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Maka Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Lalu Raja itu akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal, yang telah disediakan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. Lalu mereka pun akan bertanya kepada-Nya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara, dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka itu akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar masuk ke dalam hidup yang kekal.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Kata Santo Paulus, “Segala sesuatu ditaklukkan di bawah Kristus” (1Kor 15:28). Mendengar pernyataan itu kita jangan mengikuti pikiran manusiawi. Mudah kelirulah gambaran kita tentang seorang penguasa, apalagi bila itu mau diterapkan pada Kristus yang “memegang pemerintahan sebagai Raja” (1Kor 15:25). Hanya dengan mendengarkan dan merenungkan firman Tuhan kita dapat memahami lebih baik pemerintahan Kristus sebagai Raja Alam Semesta.

Santo Paulus menulis beberapa catatan tentang Kristus Raja ini setelah menegaskan bahwa berkat kebangkitan satu orang ini kita semua akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus Raja ini. Kita diingatkan bahwa Kristus sebagai Raja menyerahkan diri-Nya bagi kesejahteraan dan keselamatan kita. Kerajaan-Nya diwarnai oleh penumpahan darah kasih-Nya.

Nabi Yehezkiel memperkenalkan Raja itu sebagai seorang gembala, yang memperhatikan dan mencari domba-domba-Nya. Tuhan digambarkan sebagai seorang gembala yang mencari domba-domba bila terpisah dan tercerai-berai. Ia adalah seorang Raja yang turun ke bawah. Ia tidak tinggal diam atau suruh orang lain pergi mencari domba-domba yang hilang. Ia sendiri datang, menjelma menjadi manusia untuk mencari domba-Nya. Tidak hanya itu. Ia benar-benar menggembalakannya dan memperhatikan keadaan masing-masing domba supaya kalau luka atau sakit, Ia dapat merawatnya sampai sembuh dan yang sehat akan tetap Ia lindungi. Yesus adalah Raja yang punya hati bagi kawanan domba-Nya.

Demikian Yesus dilukiskan dalam Injil. Yesus datang sebagai seorang tabib yang menyembuhkan orang sakit. Ia menyatukan dan mengumpulkan anak-anak Allah yang tercerai-berai (Yoh 11:52). Ini tugas yang diserahkan oleh Bapa-Nya, “yang mengutus Putra-Nya sendiri untuk menyelamatkan, bukan untuk menghukum dunia” (Yoh 3:16-17). Ia rela memberikan apa saja yang perlu demi kesejahteraan domba-domba-Nya. Ia adalah “gembala yang baik yang memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya” (Yoh 10:11). Yesus adalah Raja yang memerintah karena kasih dan dengan kasih sayang. Bila kita mau mendengarkan suara-Nya dan mengikuti Dia, maka kita akan dituntun-Nya sampai kita mempunyai hidup, hidup dalam segala kelimpahan (Yoh 10:1-10).

Nabi Yehezkiel menulis tentang Raja Gembala ini bahwa ia akan menjadi hakim di antara domba dan kambing (Yeh 34:17), sebagaimana Matius melukiskan itu dalam Injil hari ini. Di situ kita diberitahu siapa domba, dan siapa kambing. Dengan kata lain, siapa murid yang mengikuti Yesus, dan siapa menolak-Nya dalam hidup sehari-hari.

Lukisan mengenai pengadilan terakhir amat jelas. Pedoman praktis sudah kita ketahui semua, “Apa yang kamu buat atau tidak buat bagi salah seorang dari saudara-Ku, itu kamu buat bagi Aku.” Maka, apa artinya bila Kristus memerintah kita sebagai Raja? Bukankah itu berarti bahwa Ia akan mencari kita agar kembali kepada-Nya, berpaling dan belajar pada Dia bagaimana harus bersikap terhadap orang lain? Bukankah itu berarti bahwa Ia akan membantu kita agar mampu mengampuni orang lain? Sebab dengan mengampuni kita sendiri menjadi sembuh dan luka kita dirawat. Bukankah itu berarti bahwa kita kalau sudah mengikuti teladan Yesus, akan dipelihara dan dilindungi-Nya agar makin maju dan makin menyerupai Dia, Raja yang menurut firman-Nya sendiri “lemah-lembut dan rendah-hati”?

Mari kita menaklukkan diri kepada Kristus Raja, Alam semesta. (Cyprianus Verbeek, O.Carm/RUAH)
   
Antifon Komuni (Mzm 29:10-11)

Tuhan akan bertakhta sebagai Raja untuk selamanya. Tuhan akan memberkati umat-Nya dengan damai.

The Lord sits as King for ever. The Lord will bless his people with peace.

atau (bdk. Mat 25:40.34)

Amin, aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

Amen dico vobis: quod uni ex minimis meis fecistis, mihi fecistis: venite benedicti Patris mei, possidete præparatum vobis regnum ab initio sæculi. 

Sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.

Minggu, 23 November 2014
Hari Raya Tuhan kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam
   

Yeh. 34:11-12,15-17; Mzm. 23:1-2a,2b-3,5-6; 1Kor. 15:20-26,28; Mat. 25:31-46.
 
Hari ini kita merayakan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam. Dalam bacaan Injil, Yesus digambarkan sebagai seorang raja yang berperan sebagai hakim di pengadilan terakhir, yang nantinya kita semua juga akan menghadapinya. Bahan pembenaran atau dakwaan yang dipakai untuk mengadili sangat jelas, yakni didasarkan pada hukum kasih. Kasih kepada Tuhan yang diwujudnyatakan dalam kasih terhadap sesama, terutama sesama yang hina dina. Kalau kita melakukan yang baik terhadap merela, berarti kita berbuat kasih dan dengan demikian kita akan dibenarkan. Sebaliknya, kalau kita tidak berbuat apa-apa terhadap mereka yang membutuhkan pertolongan, berarti kita tidak berbuat kasih sehingga kita tidak dibenarkan. Tidak berbuat baik atau tidak menolong orang yang membutuhkan pertolongan sama saja dengan berbuat jahat karena membiarkan orang lain tetap/semakin menderita. Dan karena tidak mau "menyelamatkan" orang lain dalam hidup di dunia ini yang pada gilirannya ia sendiri tidak mendapatkan keselamatan dalam kehidupan abadi.

Doa: Tuhan, gerakkanlah kami untuk giat menolong sesama, sebab dengan demikian, kami menghadirkan rahmat keselamatan-Mu yang sekaligus mendatangkan keselamatan bagi kami sendiri. Amin. -agawpr-