Selasa, 23 Januari 2018 Hari Biasa Pekan III

Selasa, 23 Januari 2018
Hari Biasa Pekan III
  
“Masuklah ke dalam luka-luka Kristus yang tersalib. Di situ engkau akan belajar menjaga indramu, engkau akan memiliki kehidupan batin dan dengan tak henti-hentinya engkau mempersembahkan kepada Bapa penderitaan Allah kita Yesus Kristus dan penderitaan Bunda Maria, untuk menebus dosamu dan dosa semua manusia.” ― St. JosemarĂ­a Escrivá


Antifon Pembuka (Mzm 24:7)

Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, agar masuklah Raja kemuliaan.

Doa Pembuka

Allah Bapa sumber keselamatan, Engkau menghendaki Putra-Mu tinggal pada kami, menghendaki Dia menjelma dalam diri Yesus, manusia seperti kami. Semoga Dia menjadi keselamatan kami dan kesanggupan kedamaian kami. Sebab Dialah Putra-Mu, Tuhan, Pengantara kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Kedua Samuel (6:12b-15.17-19)
   
"Daud dan segenap orang Israel mengarak tabut perjanjian dengan sorak-sorai."
  
Pada waktu itu Daud pergi mengangkut tabut Allah dari rumah Obed-Edom ke kota Daud, dengan sukacita. Setiap kali para pengangkat tabut Tuhan itu maju enam langkah, Daud mengurbankan seekor lembu dan seekor anak lembu tambun. Daud menari-nari di hadapan Tuhan dengan sekuat tenaga; ia mengenakan baju efod dari kain lenan. Daud dan segenap orang Israel mengangkut tabut Tuhan diiringi sorak-sorai dan bunyi sangkakala. Tabut Tuhan itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, yakni di dalam kemah yang dibentangkan Daud untuk itu; kemudian Daud mempersembahkan kurban bakaran dan kurban keselamatan di hadapan Tuhan. Setelah Daud selesai mempersembahkan kurban bakaran dan kurban keselamatan, diberkatinyalah bangsa itu demi nama Tuhan semesta alam. Lalu dibagikannya kepada seluruh bangsa itu, kepada seluruh khalayak ramai Israel, baik laki-laki maupun perempuan, masing-masing seketul roti bundar, sekerat daging, dan sepotong kue kismis. Sesudah itu pergilah seluruh bangsa itu, masing-masing ke rumahnya.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Siapakah itu raja kemuliaan? Tuhanlah raja kemuliaan.
Ayat. (Mzm 24:7.8.9.10)
1. Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, supaya masuklah Raja Kemuliaan! 2.Siapakah itu Raja Kemuliaan? Tuhan, yang jaya dan perkasa, Tuhan yang perkasa dalam peperangan!
3. Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, supaya masuklah Raja Kemuliaan!
4. Siapakah itu Raja Kemuliaan? Tuhan semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mat 11:25)
Terpujilah Engkau, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:31-35)
  
"Barangsiapa melaksanakan kehendak Allah, dialah saudara-Ku."
   
Sekali peristiwa datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus ke tempat Ia sedang mengajar. Mereka berdiri di luar, lalu menyuruh orang memanggil Yesus. Waktu itu ada orang banyak duduk mengelilingi Dia; mereka berkata kepada Yesus, “Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.” Jawab Yesus kepada mereka, “Siapa ibu-Ku? Siapa saudara-saudara-Ku?” Yesus memandang orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu, lalu berkata, “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku!”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan

 

"Saya sibuk sekali, agendaku amat padat." Kita kerap mendengar keluhan seperti itu. Orang merasa waktu 24 jam sehari terasa tidak cukup untuk menyelesaikan pekerjaannya. Bekerja, bekerja dan bekerja demi alasan kesinambungan hidup. Lalu orang lupa memperhatikan kesehatan, keluarga bahkan hidup rohaninya. 
 
 Berbeda dengan Maria, ibu Yesus seperti terkisah dalam Injil hari ini. Sebagai seorang ibu, ia pasti mempunyai sejumlah kesibukan juga. Namun ia tetap peduli pada Yesus, anaknya. Anaknya sesungguhnya sudah dewasa, usia 30 tahun, telah tampil mengajar di depan publik, melayani dan menyembuhkan orang sakit, menunjukkan makna utama hukum Taurat yang kerap dengan picik dimengerti ahli-ahli Taurat. Tapi ketika mendengar berita miring bahwa anaknya kerasukan setan, Maria segera mencari-Nya. Ia merasa bertanggung jawab atas pendidikan, pembinaan, kesehatan, keselamatan anaknya. 
 
 Betapa bahagianya kita jika memiliki ibu seperti Maria ini. Kita memang sudah dewasa, mapan, mandiri, bahkan mungkin telah mempunyai momongan, tetapi ibu tetap mencintai kita dengan tulus walau kadang kita sudah kurang memperhatikannya. .(RENUNGAN HARIAN MUTIARA IMAN 2018)

Antifon Komuni (Mrk 3:35)

Barangsiapa melaksanakan kehendak Allah, dialah saudara-Ku, saudari-Ku dan ibu-Ku.
 

Senin, 22 Januari 2018 Hari Biasa Pekan III

Senin, 22 Januari 2018
Hari Biasa Pekan III
 
Pohon yang baik ialah: hati dan budi yang dijiwai oleh cinta kasih, tidak dapat melakukan lain daripada perbuatan baik dan suci --- St. Angela Merici

Antifon Pembuka (Mzm 89:21-22)

Aku telah menemukan Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak kudus, maka tangan-Ku tetap menyertai dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.

Doa Pembuka

Allah Bapa sumber pengharapan, Engkau telah mengikat perjanjian dengan semua orang melalui Yesus yang terurapi. Semoga kami selalu berpegang teguh pada Dia dan berkembang menjadi umat yang patuh setia. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Kedua Samuel (5:1-7.10) 
 
"Engkaulah yang akan menggembalakan umat-Ku Israel." 
 
Sekali peristiwa datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron. Mereka itu berkata, “Ketahuilah, kami ini darah dagingmu. Telah lama engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel, yakni sejak Saul memerintah atas kami. Lagipula Tuhan telah bersabda kepadamu: “Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel”. Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap Daud di Hebron, lalu Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di sana di hadapan Tuhan. Kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel. Pada saat menjadi raja itu, Daud berumur tiga puluh tahun; dan selanjutnya empat puluh tahun lamanya ia memerintah. Di Hebron ia memerintah atas Yehuda tujuh tahun enam bulan, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun atas seluruh Israel dan Yehuda. Kemudian raja dengan orang-orangnya pergi ke Yerusalem, menyerang orang Yebus, penduduk negeri itu. Tetapi mereka itu berkata kepada Daud, “Engkau tidak sanggup masuk kemari! Orang-orang buta dan orang-orang timpang akan mengenyahkan engkau!” Maksud mereka: Daud tidak sanggup masuk ke sana. Tetapi Daud merebut kubu pertahanan Sion, yaitu kota Daud. Maka makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab Tuhan, Allah semesta alam, menyertai dia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Kesetiaan dan kasih-Ku menyertai raja.
Ayat. (Mzm 89:20.21-22.25-26)
1. Pernah Engkau berbicara dalam penglihatan kepada orang-orang yang Kaukasihi. Engkau berkata, “Telah Kutaruh mahkota di atas kepala seorang pahlawan, telah Kutinggikan seorang pilihan dari antara bangsa itu.”
2. Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus, maka tangan-Ku tetap menyertai dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.
3. Kesetiaan dan kasih-Ku menyertai dia, dan oleh karena nama-Ku tanduknya akan meninggi. Aku akan membuat tangannya menguasai laut, dan tangan kanannya menguasai sungai-sungai.

Bait Pengantar Injil, do = bes, PS 954
Ref. Alleluya
Ayat. (2 Tim 1:10b)
Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut, dan menerangi hidup dengan Injil.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:22-30) 
 
"Kesudahan setan telah tiba."
  
Pada suatu hari datanglah ahli-ahli Taurat dari Yerusalem dan berkata tentang Yesus, “Ia kerasukan Beelzebul!” Ada juga yang berkata, “Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.” Maka Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan, “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan. Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri, kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, malahan sudah tamatlah riwayatnya! Camkanlah, tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat, untuk merampas harta bendanya, kecuali kalau ia mengikat lebih dahulu orang kuat itu. Lalu barulah ia dapat merampok rumah itu. Aku berkata kepadamu: Sungguh, semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seseorang menghujat Roh Kudus, ia tidak akan mendapat ampun untuk selama-lamanya, sebab dosa yang dilakukannya adalah dosa yang kekal.” Yesus berkata demikian karena mereka bilang bahwa Ia kerasukan roh jahat.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Saudara-saudari terkasih dalam Yesus Kristus,
Allah itu maharahim, Allah itu sumber belaskasihan. Dalam perjanjian Lama kita mengetahui bagaimana TUHAN, Allah Israel, berulang kali mengampuni dan memberikan kesempatan baru kepada bangsa pilihannya itu. Ketika mereka dibimbing oleh Musa keluar dari tanah Mesir, dan ketika Musa menerima Dekalog atau sepuluh perintah Allah, bangsa pilihan TUHAN itu justru membuat patung lembu dari emas dan menjadikan dewa mereka. Tetapi TUHAN mahapengasih, Ia menerima mereka kembali. Ketika bangsa Israel menyembah dewa Baal, Elia tampil sebagai nabi Allah untuk mempertobatkan bangsa Israel, bahwa mereka salah menyembah patung Baal. Dan masih banyak contoh yang lain. Pada jaman Yesus datang, bangsa Israel juga hidup dalam penjajahan Romawi. Mereka tidak siap menerima Yesus sebagai Mesias, yang diharapkan dapat membebaskan mereka dari kekuasaan bangsa Roma. Yesus disebut sosok penghujat Allah, penghulu setan. Mereka tidak menerima Yesus sebagai Anak Allah yang turun ke dunia. 
  
Saudara-saudari terkasih,
Adakah seorang ibu tidak mengakui anak yang telah dilahirkannya sendiri? Kalaupun itu ada, mungkin ibu ini boleh dikatakan "tidak waras" atau "hilang ingatan". Adakah seorang anak yang tidak mengakui ibu yang telah melahirkannya. Ada. Banyak. Bahkan sebuah legenda "Malin Kudang" contohnya. Anak durhaka ini - begitu disebutkan - tidak mengakui ibu kandungnya, dan ia dikutuk menjadi batu. Itulah akibat dari sikap dan tindakannya yang tidak mengakui ibu yang telah melahirkannya. Apa hubungannya dengan "dosa yang tidak dapat diampuni"? Saya pikir cukup jelas dan mudah dipahami. Kalau seseorang tidak mengakui Allah sebagai sumber keselamatannya, bagaimana mungkin ia dapat diselamatkan. Bukankah ia telah menolak sumber keselamatan itu sendiri? Itulah yang dimaksud Tuhan Yesus ketika Beliau bersabda: "apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun  selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal." Mungkin seseorang telah menyakiti hati ibunya, ibunya akan mengampuninya; atau tidak mencukup kebutuhannya karena ia miskin, ibu bisa memahami, tetapi jika anaknya tidak mengakui dirinya sebagai ibu yang melahirkannya, apa yang dirasakan ibu? Demikian pula kalau seseorang tidak mengakui Allah sebagai sumber keselamatannya, Allah tidak bisa berbuat apa-apa, sebab ia menolak diselamatkan.
   
Saudara-saudari terkasih,
Dewasa ini, semakin banyak orang yang tertarik untuk mengikuti Yesus Kristus. Tentu hal ini patutlah kita syukuri. Karena mereka itu adalah orang-orang yang sudah cukup dewasa, mereka ini memiliki banyak pertanyaan tentang apa yang sudah saya ajaran dalam pelajaran persiapan baptis untuk orang-orang dewasa. Salah satu pertanyaan mereka adalah yang sedang kita renungkan pada hari ini: Mengapa "menghujat Roh Kudus" itu adalah dosa yang tidak dapat diampuni? Bisa dijelaskan dengan kiasan, tentang Anak yang menolak ibu kandungnya. Rupanya penjelasan itu belum cukup membantu, sebab seseorang di antara ke 17 calon baptis itu bertanya lanjut: "Kalau ibunya tidak pernah mengurusi anaknya sejak kecil, melihat juga tidak pernah, apakah anaknya harus mengakui ibunya sebagai ibu kandungnya? Itu kan tidak adil!" Kalaupun ada kasus seperti itu, satu hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa memang wanita itulah yang membuat dia ada sekalipun ia tidak mengakui keberadaan ibunya. Tetapi Allah bukanlah seorang manusia yang seperti itu. Allah kita adalah Tuhan yang tidak pernah sedetikpun tidak memperhatikan kita. Rambut kita dapat dihitungnya tanpa salah, nama kita diukir di telapak tangan-Nya, ia memelihara kita melebihi burung pipit yang tidak menabur dan tidak menanam tetapi diberi makan, melebihi  bunga bakung di padang, Ia mendandani kita; bahkan lebih indah dari busana raja Salomo juga. Allah kita adalah Allah yang peduli dan luar biasa.
   
Saudara-saudari terkasih,
Kepada Allah yang seperti ini, apakah kita bergeming untuk tidak mengakui kasih dan karunia-Nya yang selalu baru setiap pagi dan menyertai kita sepanjang hidup kita? Hanya orang yang "tidak waras" saja yang melakukan hal itu. Tuhan telah menjadikan kita serupa dengan gambarNya. Kita ini citra Allah. Namun sungguh disayangkan, manusia yang lemah ini telah dibujuk rayu oleh iblis untuk tidak mengakui kebaikan dan kemurahan Tuhan. Ia ingin menjadi seperti Allah yang mengetahui segalanya, dan iapun jatuh dalam dosa. Itulah dosa yang diwariskan oleh Adam dan Hawa leluhur umat manusia. Kecenderungan ingin menjadi Allah, tidak membutuhkan Allah dan mengandalkan kemampuan pikir dan nalarnya sendiri, itulah awal kejatuhan kita manusia. Dosa yang tidak dapat diampuni itu adalah dosa karena tidak mengakui "peran serta" Allah dalam hidup kita. Orang yang tidak membutuhkan Allah apalagi menolaknya adalah orang yang tersesat, sangat jauh dari keselamatan. Harta, kekayaan, uang menjadi "allah"-nya yang baru. Orang ini tidak bisa diselamatkan karena telah menolak sumber keselamatan, yaitu Allah.

Refleksi :
Apakah aku percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah yang menebus dosaku?

Marilah kita berdoa:
Ya Bapa, jauhkanlah kami dari sikap sombong dan terlalu percaya pada kemampuan diri sendiri. Kami percaya bahwa Engkaulah sumber keselamatan kami di dalam Yesus Kristus  Tuhan kami. Tambahkanlah iman  kami, ya Tuhan. Doa ini kami panjatkan dalam nama Yesus, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.
 
Antifon Komuni (Mzm 89:25)
 
Kesetiaan dan kasih-Ku menyertai dia, dan oleh karena nama-Ku tanduknya akan meninggi. 
 

RENUNGAN LUMEN 2000

Minggu, 21 Januari 2018 Hari Minggu Biasa III

Minggu, 21 Januari 2018
Hari Minggu Biasa III
 
"Sesudah Yohanes ditangkap, datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, katanya: 'Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil'" (Mrk 1:14-15). "Untuk memenuhi kehendak Bapa, Kristus meresmikan Kerajaan surga di dunia" (LG 3). Tetapi kehendak Bapa itulah "mengangkat manusia untuk ikut serta menghayati hidup ilahi" (LG 2). Ia melakukan itu, dengan mengumpulkan manusia-manusia di keliling Anak-Nya Yesus Kristus. Perhimpunan ini adalah Gereja; ia merupakan "benih serta awal Kerajaan Allah di dunia" (LG 5). -- Katekismus Gereja Katolik, 541
 
Antifon Pembuka (Mzm 96:1.6)

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, bernyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi. Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan kehormatan ada di tempat kudus-Nya.
 
O sing a new song to the Lord; sing to the Lord, all the earth. In his presence are majesty and splendor, strength and honor in his holy place.
 
Doa Pembuka

Allah Bapa kami, melalui Yesus Kristus, Putra-Mu, Engkau telah memanggil kami untuk bertobat dan percaya kepada Injil. Kami mohon, berilah kami keberanian untuk menanggapi panggilan-Mu dan menempuh jalan yang ditunjukkan oleh Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Engkau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
 
Bacaan dari Nubuat Yunus (3:1-5.10)
  
"Orang Niniwe berbalik dari tingkah lakunya yang jahat."
    
Untuk kedua kalinya Tuhan berfirman kepada Yunus, "Bangunlah, dan berangkatlah ke Niniwe, kota besar itu. Sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu." Maka bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru, "Empat puluh hari lagi Niniwe akan ditunggangbalikkan." Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa; baik orang dewasa maupun anak-anak mengenakan kain kabung. Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka; dan Ia pun tidak jadi melakukannya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
       
Mazmur Tanggapan, mi = fis, 4/4, PS 845
Ref. Tuhan adalah kasih setia bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya.
Ayat. (Mzm 25:4bc-5ab.6-7bc.8-9)
1. Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku.
2. Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. Ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya Tuhan.
3. Tuhan itu baik dan benar, sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (1Kor 7:29-31)
 
"Dunia seperti yang kita kenal sekarang ini akan berlalu."
     
Saudara-saudara, waktunya singkat! Sebab itu dalam waktu yang masih sisa ini mereka yang beristeri hendaknya berlaku seolah-olah tidak beristeri; orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli. Pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang ini akan berlalu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Bait Pengantar Injil, do = g , 4/4, PS 962
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mrk 1:15)
Kerajaan Allah sudah dekat. Percayalah kepada Injil!

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (1:14-20)
  
"Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"
  
Sesudah Yohanes Pembaptis ditangkap, datanglah Yesus ke Galilea, memberitakan Injil Allah. Yesus memberitakan, "Waktunya telah genap. Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" Ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka itu penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Mereka pun segera meninggalkan jalanya, dan mengikuti Yesus. Setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka, dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di atas perahu bersama orang-orang upahannya. Lalu mereka mengikuti Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus

Renungan
 
Seorang pemuda mengeluh kepada Pastor Paroki bahwa ia sesungguhnya ingin sekali menerima Sakramen Baptis dan menjadi Katolik. Namun, ia merasa keberatan kalau harus terlebih dahulu mengikuti masa katekumenat selama beberapa waktu. 
 
 Menanggapi keluhan pemuda tersebut sang Pastor bertanya, "Seandainya engkau sedang jatuh cinta dengan seorang gadis, lalu ia mengundangmu ke rumahnya, padahal saat itu sedang hujan lebat, apakah kamu tetap akan datang ke rumahnya?" "Saya tetap akan datang ke rumah gadis itu!" tukas sang pemuda. "Lho, kan sedang hujan lebat, nanti kalau kamu masuk angin bagaimana?" tanya sang Pastor lagi. "Gak masalah, cinta itu butuh pengorbanan!" Jawab pemuda itu dengan mantapnya."Bagus, kalau begitu ikutilah masa katekumenat dengan penuh sukacita karena mencintai Yesus juga butuh pengorbanan!" tukas sang Pastor dengan nada kebapaan.
 
 Simon, Andreas, Yohanes dan Yakobus sungguh-sungguh terpesona dan jatuh cinta pada pribadi Yesus. Bagi mereka, undangan Yesus untuk menjadi murid-murid-Nya adalah sebuah kesempatan emas. Itulah sebabnya mereka begitu spontan meninggalkan pekerjaan mereka untuk mengikuti Yesus. Mengapa "hanya" demi mengikuti Yesus, mereka bersedia meninggalkan segalanya sementara mereka sudah mapan sebagai nelayan? Terlebih Yohanes dan Yakobus, dari Injil kita tahu bahwa ayah mereka, Zebedeus, adalah seorang nelayan "juragan" yang memiliki perahu sendiri dan orang-orang upahan (bdk. Mrk 1:20). Sangat mungkin bahwa suatu saat Yohanes dan Yakobus akan mewarisi perahu ayah mereka. Bagi Simon, Andreas, Yohanes dan Yakobus, kesempatan untuk menjadi murid Yesus jauh lebih berharga dan penting daripada segala kemapanan yang telah mereka miliki. 
 
 St. Teresia dari Lisieux berkata, "Mencintai Kristus adalah suatu keharusan bagi kita karena kita sudah menerima cinta-Nya sebelum kita mengenal-Nya." Sebelum kita mengenal Kristus, kita telah berutang cinta kepada-Nya. Karena sengsara dan wafat-Nya di kayu salib, relasi kita dengan Allah telah dipulihkan. Cinta Kristus telah mengembalikan martabat kita sebagai kesayangan Allah. Oleh karena itu, tidak selayaknya jika kita masih berhitung-hitung dalam mencintai Kristus. Sudah sepantasnya kita memberikan yang terbaik yang kita miliki untuk membalas cinta Kristus kepada kita karena Dia telah memberikan sesuatu yang paling berharga bagi kita, yaitu perdamaian dengan Allah, Sang Pencipta. 
 
 Mari kita belajar dari Simon, Andreas, Yohanes dan Yakobus yang tidak berhitung-hitung dalam mencintai Kristus sebagai yang paling berharga dalam hidup mereka. (Rm. Erik Wahju Tjahjana, O.Carm)
  
Antifon Komuni

Tujukanlah pandanganmu kepada Tuhan maka wajahmu akan berseri-seri dan tidak akan malu tersipu-sipu.

Look toward the Lord and be radiant; let your faces not be ashamed. (Bdk. Mzm 34:6)

atau

Akulah terang dunia, Sabda Tuhan. Barangsiapa mengikuti Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang kehidupan.

I am the light of the world, says the Lord; whoever follows me will not walk in darkness, but will have the light of life. (Yoh 8:12)

Sabtu, 20 Januari 2018 Hari Biasa Pekan II

Sabtu, 20 Januari 2018
Hari Biasa Pekan II
 

“Doa adalah persiapan terbaik untuk Komuni Kudus. Doa adalah pengangkatan pikiran kepada Tuhan. Ketika kita berdoa, kita pergi guna menjumpai Kristus yang datang kepada kita. Jika Pencipta dan Penyelamat kita datang dari surga dengan cinta yang sedemikian besar, maka pantaslah jika kita datang menghadap Dia. Dan hal ini dapat kita lakukan ketika kita meluangkan waktu dalam doa.” ― St. Bernardinus dari Siena

Antifon Pembuka (Mzm 80:2a.3b)

Hai gembala Israel, pasanglah telinga, dengarkanlah kami. Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan selamatkanlah kami.

Doa Pembuka

Allah Bapa sumber kehidupan, bagaimana kami mau menyebut nama-Mu, seandainya Yesus Mesias tidak berbicara tentang Dikau? Kami mohon, semoga Ia berkenan mendahului dan membimbing kami menuju Engkau, sumber kehidupan semua orang. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Kedua Samuel (1:1-4.11-12.19.23-27)
   
  
"Para pahlawan gugur di medan perang."
    
Setelah Saul mati, dan ketika Daud kembali sesudah memukul kalah orang Amalek dan tinggal dua hari di Ziklag, maka datanglah pada hari ketiga seorang dari tentara, dari pihak Saul, dengan pakaian terkoyak-koyak dan tanah di atas kepala. Ketika ia sampai kepada Daud, sujudlah ia ke tanah dan menyembah. Bertanyalah Daud kepadanya: "Dari manakah engkau?" Jawabnya kepadanya: "Aku lolos dari tentara Israel." Bertanyalah pula Daud kepadanya: "Apakah yang terjadi? Coba ceriterakan kepadaku." Jawabnya: "Rakyat telah melarikan diri dari pertempuran; bukan saja banyak dari rakyat yang gugur dan mati, tetapi Saul dan Yonatan, anaknya, juga sudah mati." Lalu Daud memegang pakaiannya dan mengoyakkannya; dan semua orang yang bersama-sama dengan dia berbuat demikian juga. Dan mereka meratap, menangis dan berpuasa sampai matahari terbenam karena Saul, karena Yonatan, anaknya, karena umat TUHAN dan karena kaum Israel, sebab mereka telah gugur oleh pedang. Kepermaianmu, hai Israel, mati terbunuh di bukit-bukitmu! Betapa gugur para pahlawan! Saul dan Yonatan, orang-orang yang dicintai dan yang ramah, dalam hidup dan matinya tidak terpisah. Mereka lebih cepat dari burung rajawali, mereka lebih kuat dari singa. Hai anak-anak perempuan Israel, menangislah karena Saul, yang mendandani kamu dengan pakaian mewah dari kain kirmizi, yang menyematkan perhiasan emas pada pakaianmu. Betapa gugur para pahlawan di tengah-tengah pertempuran! Yonatan mati terbunuh di bukit-bukitmu. Merasa susah aku karena engkau, saudaraku Yonatan, engkau sangat ramah kepadaku; bagiku cintamu lebih ajaib dari pada cinta perempuan. Betapa gugur para pahlawan dan musnah senjata-senjata perang!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Buatlah wajah-Mu bersinar, ya Tuhan, maka kami akan selamat.
Ayat. (Mzm 47:2-3.6-7.8-9)
1. Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, dengarkan kami, Engkau yang menggiring Yusuf sebagai kawanan! Engkau yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar di depan Efraim, Benyamin dan Manasye! Bangkitkanlah keperkasaan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.
2. Tuhan, Allah semesta alam, berapa lama lagi murka-Mu menyala sekalipun umat-Mu berdoa? Mereka Kauberi makan ratapan dan Kauberi minum air mata berlimpah; Engkau menjadikan kami pangkal sengketa para tetangga, dan para musuh mengolok-olok kami.
3. Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan lagu yang paling indah! Allah merajai segala bangsa, di atas takhta-Nya yang kudus Ia bersemayam.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Kis 16:14b)
Bukalah hati kami, ya Allah, agar dapat memperhatikan sabda Putra-Mu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:20-21)
  
"Orang-orang mengatakan Yesus tidak waras lagi."
    
Sekali peristiwa Yesus bersama murid-murid-Nya masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka, "Ia tidak waras lagi."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan
   

Yesus dalam pewartaan-Nya selalu tampil dengan Sabda dan karya, itu juga yang menjadi pengajaran-Nya. Dalam kisah ini Yesus dituduh bahwa karya-Nya selama ini dilakukan dengan kuasa setan dan keluarga-Nya sendiri mengatakan bahwa Ia tidak waras. Keluarga-Nya takut kepada orang banyak sehingga mengatakan hal itu. Namun demikian Yesus tidak tinggal diam menghadapi tuduhan akan kuasa setan itu. Dengan cemerlang Yesus membuka mata mereka dan menyadarkan bahwa tidak mungkin setan mengusir setan, yang ada setan bersekutu dengan setan. Kuasa Yesus justru untuk mengusir kuasa jahat dari setan itu.
 
Jika seorang yang sudah dikuasai roh jahat, maka kecenderungannya adalah melakukan kejahatan dan melawan kebaikan. Yesus menyadarkan bahwa sikap mereka yang jahat itu justru membahayakan diri mereka sendiri dan akan merusak sesamanya. Kehadiran Yesus yang menyelamatkan, tidak mereka lihat. Namun demikian Yesus terus mewartakan, karena kuasa setan harus dikalahkan. Oleh sebab itu diperlukan kerjasama dengan manusia, kita semua jika ingin diselamatkan. (JM/RENUNGAN HARIAN MUTIARA IMAN 2018).

Antifon Komuni (Mrk 3:20)

Ketika Yesus bersama para murid masuk ke sebuah rumah datanglah orang banyak berkerumun, sehingga makan pun mereka tidak sempat.

Jumat, 19 Januari 2018 Hari Biasa Pekan II

Jumat, 19 Januari 2018
Hari Biasa Pekan II

“Evangelisasi adalah promosi yang paling integral dan tertinggi dari pribadi manusia.” – Paus Emeritus Benediktus XVI

Antifon Pembuka (Mzm 57:2)

Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; di bawah sayap-Mu aku akan bernaung sampai berlalulah malapetaka ini.

Doa Pembuka

Allah Bapa sumber kabar gembira, Engkau memanggil mereka yang Kaukehendaki mewartakan sabda Putra-Mu ke seluruh dunia. Semoga kami pun mewartakan berita kebaikan-Mu, karena Putra-Mu itu Penebus kami. Amin.

Bacaan dari Kitab Pertama Samuel (24:3-21)
    
   
"Aku tidak akan menjamah Saul sebab dialah orang yang diurapi Tuhan."
    
Pada suatu hari Saul mengambil 3000 orang pilihan dari seluruh orang Israel, lalu pergi mencari Daud dan orang-orangnya di gunung batu Kambing Hutan. Maka sampailah Saul ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana ada gua, dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian dalam gua itu. Lalu berkatalah orang-orang itu kepada Daud, “Telah tiba hari yang dikatakan Tuhan kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu. Maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik!” Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam. Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena telah memotong punca jubah Saul. Lalu ia berkata kepada orang-orangnya, “Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi Tuhan; dijauhkanlah aku dari menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi Tuhan.” Dengan perkataan itu Daud mencegah orang-orangnya; ia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul. Sementara itu Saul bangun meninggalkan gua, hendak melanjutkan perjalanannya. Maka bangunlah Daud, ia keluar dari dalam gua itu dan berseru kepada Saul dari belakang, katanya, “Tuanku Raja!” Saul menoleh ke belakang. Maka Daud berlutut dengan mukanya ke tanah dan sujud menyembah. Lalu berkatalah ia kepada Saul, “Mengapa engkau percaya akan perkataan orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya Daud mengikhtiarkan celakamu? Ketahuilah, pada hari ini Tuanku sendiri melihat, bahwa hari ini Allah menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam gua itu. Ada orang yang menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku: Aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi Tuhan. Lihatlah ini, Bapaku! Lihatlah punca jubahmu ada dalam tanganku. Dari kenyataan bahwa aku memotong punca jubahmu dengan tidak membunuh engkau, dapatlah kauketahui dan kaulihat, bahwa tanganku bersih dari kejahatan dan pengkhianatan, dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau, walaupun engkau mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku. Tuhan kiranya menjadi hakim di antara aku dan engkau! Tuhan kiranya membalaskan aku kepadamu, tetapi tanganku tidak akan memukul engkau; seperti peribahasa orang tua-tua mengatakan: Dari orang fasiklah timbul kefasikan. Sungguh, tanganku tidak akan memukul engkau! Terhadap siapakah raja Israel keluar berperang? Siapakah yang kaukejar? Anjing mati! Seekor kutu saja! Sebab itu Tuhan kiranya menjadi hakim yang memutuskan perkara kita! Kiranya Dia memperhatikan dan memperjuangkan perkaraku! Kiranya Ia memberi keadilan kepadaku dengan melepaskan aku dari tanganmu.” Setelah Daud selesai menyampaikan perkataan itu, berkatalah saul, “Suaramukah itu, ya anakku Daud?” Sesudah itu dengan suara nyaring menangislah Saul. Katanya kepada Daud, “Engkau lebih besar daripada aku, sebab engkau telah melaukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang jahat kepadamu. Telah kautunjukkan pada hari ini, betapa engkau telah melakukan yang baik kepadaku: Walaupun Tuhan telah menyerahkan aku ke dalam tanganmu, engkau tidak membunuh aku. Apabila seseorang menangkap musuh, masakan dilepaskannya dia pergi dengan selamat? Tuhan kiranya membalaskan dengan kebaikan apa yang kaulakukan kepadaku pada hari ini. Dari ini semua, sesungguhnya aku tahu, bahwa engkau pasti menjadi raja dan jabatan raja Israel akan tetap kokoh dalam tanganmu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku.
Ayat. (Mzm 57:2.3-4.6.11)
1. Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; di bawah sayap-Mu aku akan bernaung sampai berlalulah malapetaka ini.
2. Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang mengerjakan segalanya bagiku: Kiranya Ia mengirim utusan dari surga dan menyelamatkan daku, mencegah orang-orang yang menganiaya aku; semoga Allah mengirimkan kasih setia dan kebenaran-Nya.
3. Bangkitlah mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu meliputi seluruh bumi! Sebab, kasih setia-Mu menjulang setinggi langit, dan kebenaran-Mu setinggi awan-gemawan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (2Kor 5:19)
Dalam diri Kristus Allah mendamaikan dunia dengan Diri-Nya dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:13-19)
  
"Yesus memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya untuk menyertai Dia."
   
Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia, untuk diutus-Nya memberitakan Injil, dan untuk menerima dari Dia kuasa mengusir setan. Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, yang keduanya Ia beri nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh; selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan

 
Ayat 14-15 Injil hari ini memuat tiga hal yang menarik untuk direnungkan. Pertama, Yesus menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia. Kedua, dua belas orang itu diutus untuk memberitakan Injil. Ketiga, kedua belas orang itu diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. Ketiga hal tersebut tentu terkait dengan panggilan umat Katolik masa kini. 
 
 Pertama, panggilan menyertai Tuhan sangat ditekankan di sini. Kita diutus untuk terlibat dalam pekerjaan-pekerjaan Tuhan. Yesus ingin agar kita seiya-sekata dalam mewartakan Kerajaan Allah. Yesus ingin agar kita melakukan perbuatan-perbuatan baik. Yesus ingin agar kebersamaan dengan Allah semakin mendapat tempatnya. 
 
 Kedua, kita semua dipanggil untuk memberitakan Injil yang artinya adalah Kabar Gembira. Melalui permenungan ini, kita disadarkan untuk meninggalkan kebiasaan yang berlawanan dengan Warta Gembira. Jangan sampai kita ikut-ikut menjadi penyebar hoax (berita palsu), jangan sampai kita menjadi pelaku ujaran kebencian dan jangan sampai kita menjadi sumber kemurungan, kecemasan, serta ketakutan. 
 
 Ketiga, para murid Yesus diberi kuasa untuk mengusir setan. Setan adalah si penggoda yang dapat menggagalkan pekerjaan baik. Para murid dan kita semua diberi kuasa dan kekuatan untuk dapat mengalahkan godaan setan. Kebersamaan sejati dengan Yesus dan ketangguhan mewartakan kabar gembira pada akhirnya akan membuat kuasa setan dikalahkan. 
 
 Melalui permenungan ini, kita hendaknya menyediakan diri sebagai orang yang dipilih oleh Tuhan untuk menyertai-Nya, untuk mewartakan Kabar Baik, dan untuk menangkal godaan iblis. Pada hari ini, kita juga belajar dari Daud yang menyediakan diri sebagai orang pilihan Allah. Karena kebersamaannya dengan Allah, Daud mampu mengendalikan diri di hadapan musuhnya (Saul). Karena penyertaan Allah, Daud memiliki belas kasih sehingga ia tidak mencelakakan Saul musuhnya sebagai orang yang diurapi Allah. (AH/INSPIRASI BATIN 2018).

Antifon Komuni (Mrk 3:14)

Yesus memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya, menetapkan mereka untuk menyertai Dia, dan untuk diutus sebagai pewarta Injil.

Kamis, 18 Januari 2018 Hari Biasa Pekan II

Kamis, 18 Januari 2018
Hari Biasa Pekan II

“Hanya percaya bahwa Allah itu ada, tidak akan saya sebut sebagai komitmen. Bahkan iblis pun percaya bahwa Allah itu ada! Percaya [kepada Allah] berarti [kita] harus mengubah cara hidup kita.” – Bunda Angelica, Pendiri EWTN
 
Antifon Pembuka

Aku yakin, bahwa Allah memihak aku. Kepada Allah yang sabda-nya kupuji, kepada Tuhan yang sabda-Nya kujunjung tinggi, kepada Dia aku percaya dan tidak takut.

Doa Pembuka


Allah Bapa Mahakuasa dan kekal, yang lemah dalam pandangan orang Kaupilih untuk mempermalukan yang kuasa. Hari ini kami kenangkan kesaksian Santa Agnes, yang menyerahkan nyawa demi imannya. Buatlah kami teguh dalam iman dan tetap setia sampai akhir. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Pertama Samuel (18:6-9; 19:1-7)
    
   
"Saul berikhtiar membunuh Daud."
    
Sesudah Daud mengalahkan Goliat, orang Filistin itu, pasukan-pasukan Israel pulang. Maka di segala kota Israel, keluarlah wanita-wanita menyongsong Raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing; dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya, “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.” Maka bangkitlah amarah Saul dengan amat sangat! Perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya, “Kepada Daud mereka perhitungkan berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkan beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itu pun akan jatuh kepadanya.” Sejak hari itu Saul selalu menaruh dendam kepada Daud. Maka Saul mengatakan kepada Yonatan, anaknya, dan kepada semua pegawai-pegawainya, bahwa Daud harus dibunuh. Tetapi Yonatan, anak Saul itu, sangat suka kepada Daud, sehingga Yonatan memberitahukan kepada Daud, “Ayahku Saul berikhtiar membunuhmu. Oleh sebab itu, hati-hatilah besok pagi, duduklah di suatu tempat perlindungan dan bersembunyilah di sana. Aku akan keluar dan mendampingi ayahku di padang tempatmu itu. Aku akan berbicara dengan ayahku perihalmu dan aku akan melihat bagaimana keadaannya, lalu memberitahukannya kepadamu.” Lalu Yonatan mengatakan yang baik tentang Daud kepada Saul, ayahnya, katanya, “Janganlah Raja berbuat dosa terhadap Daud, hambanya, sebab ia tidak berbuat dosa terhadapmu. Bukankah apa yang diperbuatnya sangat baik bagimu! Daud telah mempertaruhkan nyawanya dan telah mengalahkan orang Filistin itu, dan karena dia, Tuhan telah memberikan kemenangan besar kepada seluruh Israel. Tatkala melihatnya, engkau bersukacita karenanya. Mengapa engkau hendak berbuat dosa terhadap orang yang tidak bersalah dengan membunuh Daud tanpa alasan?” Saul mendengarkan perkataan Yonatan, lalu bersumpah, “Demi Tuhan yang hidup, ia tidak akan dibunuh.” Lalu Yonatan memanggil Daud, dan memberitahukan kepadanya segala perkataan itu. Yonatan membawa Daud kepada Saul, dan ia bekerja padanya seperti semula.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Kepada Allah, aku percaya tidak takut.
Ayat (Mzm 56:2-3.9-10a.10b-11.12-13, R:5bc)
1. Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang menginjak-injak aku, sepanjang hari mereka memerangi dan menghimpit aku! Seteruku menginjak-injak aku sepanjang hari, bahkan banyak orang menyerbu aku dari tempat tinggi.
2. Tuhan, Engkau tahu akan sengsaraku, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaucatat? Musuhku akan mundur pada waktu aku berseru.
3. Aku yakin, bahwa Allah berpihak kepadaku. Kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Tuhan, yang sabda-Nya kujunjung tinggi.
4. Kepada-Nya aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadapku? Nazarku kepada-Mu, ya Allah, akan kupenuhi dan kurban syukur akan kupersembahkan kepada-Mu.

Bait Pengantar Injil, do = bes, PS 954
Ref. Alleluya
Ayat. (2 Tim 1:10b)
Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut dan menerangi hidup dengan Injil
  
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:7-12)
  
"Roh-roh jahat berteriak, "Engkau Anak Allah." Tetapi dengan keras Yesus melarang memberitahukan siapa Dia."
    
Sekali peristiwa, Yesus menyingkir ke Danau Galilea bersama murid-murid-Nya, dan banyak orang dari Galilea mengikuti Dia. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus serta Sidon datanglah banyak orang kepada-Nya. Sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. Karena orang banyak itu, Yesus menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya, jangan sampai Dia terhimpit oleh mereka. Sebab Yesus menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desak ingin dijamah oleh-Nya. Bilamana roh-roh jahat melihat Yesus, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak, “Engkaulah Anak Allah!” Tetapi dengan keras Yesus melarang mereka memberitahukan siapa Dia.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

    

Roh jahat atau setan jika terjepit memang lalu berteriak keras, begitulah orang yang bersalah dan tidak mengakui kesalahannya pada umumnya juga berteriak keras. Teriakannya membuka misteri yang selama ini tersembunyi sebagaimana diwartakan dalam Injil hari ini : “Engkaulah Anak Allah”. Pengakuan Yesus sebagai Anak Allah, Utusan Allah, datang dari si jahat, yang berarti bukan pengakuan sejati melainkan semu saja, maka “Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia”. Orang-orang yang disembuhkan oleh Yesus dari penyakitnya belum sampai pada pengakuan tersebut, melainkan mereka masih melihat bahwa Yesus bagaikan dukun hebat. Yesus melarang pemberitaan mukjizat tersebut karena ada bahaya mereka akan ‘mengurung’-Nya dan mereka tidak sampai pada penghayatan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Sebagian besar manusia lebih mengandalkan kekuatan dan kemampuannya masing-masing. Memang harus diakui bahwa orang perlu percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya. Namun jangan sampai kita lupa bahwa manusia ada batasnya. Keterbatasan manusia ini, sebenarnya mau mengarahkan manusia kepada Allah sumber segala kekuatan. Semoga pesan Injil hari ini menjadi bahan mawas diri bagi kita semua: sejauh mana di dalam hidup sehari-hari kita menyaksikan karya agung Allah dan kemudian kita semakin beriman atau mempersembahkan diri seutuhnya kepada Allah.   (RENUNGAN PAGI)
 
Antifon Komuni (Mrk 3:5)
 
Yesus berkata kepada si lumpuh, "Ulurkanlah tanganmu!" Maka si lumpuh mengulurkan tangannya dan sembuhlah ia. 

Rabu, 17 Januari 2018 Peringatan Wajib St. Antonius, Abas

Rabu, 17 Januari 2018
Peringatan Wajib St. Antonius, Abas

Antonius banyak berdoa, sebab ia belajar, bahwa orang harus berdoa tanpa henti. (St. Atanasius)

   

Antifon Pembuka (Mzm 92 (91): 13-14)
 
Orang jujur bertumbuh bagaikan palma, berkembang bagaikan pohon jati. Mereka ditanam dekat bait Tuhan, bertunas di pelataran rumah Allah.

The just will flourish like the palm tree, and grow like a Lebanon cedar, planted in the house of the Lord, in the courts of the house of our God.
   
Doa Pembuka
  
Ya Allah, Engkau telah memberi kepada Santo Antonius Abas anugerah untuk mengabdi Dikau di padang gurun dengan cara hidup yang mengagumkan. Semoga ia mendoakan kami agar kami dapat menyangkal diri dan senantiasa mengasihi Engkau melebihi segala sesuatu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
  
   
Bacaan dari Kitab Pertama Samuel (17:32-33.37.40-51)   
  
"Daud mengalahkan Goliat dengan umban dan batu."
   
Pada suatu hari Daud menghadap Saul dan berkata kepadanya, “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena Goliat! Hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.” Tetapi Saul berkata kepada Daud, “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu! Mustahil engkau dapat melawan Goliat! Sebab engkau masih muda, sedang Goliat sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.” Tetapi Daud berkata kepada Saul, “Tuhan telah melepaskan daku dari cakar singa dan dari cakar beruang. Dia pun akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu!” Kata Saul kepada Daud, “Pergilah! Tuhan menyertai engkau.” Maka Daud mengambil tongkatnya lalu pergi. Ia memilih dari dasar sungai lima batu yang licin dan menaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni wadah batu, sedang umban tali dipegangnya. Demikianlah Daud mendekati Goliat, orang Filistin itu. Goliat sendiri makin dekat menghampiri Daud, dan di depannya berjalan orang yang membawa perisainya. Ketika Goliat melayangkan pandangannya dan melihat Daud, dihinanya Daud karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya. Goliat, orang Filistin itu, berkata kepada Daud, “Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?” Lalu demi para dewa, orang Filistin itu mengutuki Daud. Lalu dia menantang Daud, “Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang.” Tetapi Daud berkata kepada Goliat, orang Filistin itu, “Engkau mendatangi aku dengan pedang, tombak serta lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga Tuhan akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku! Aku akan mengalahkan engkau dan memenggal putus kepalamu! Hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu bahwa Tuhan menyelamatkan bukan dengan pedang atau lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran, dan Ia akan menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.” Ketika orang Filistin itu bergerak maju menyongsong Daud, segera larilah Daud ke barisan musuh menghadapi Goliat. Lalu Daud memasukkan tangannya ke dalam kantung batu, diambilnyalah sebuah batu, lalu diumbankannya. Maka kenalah dahi Goliat, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan Goliat dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan. Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedang Goliat, dihunusnya dari sarungnya, lalu ia menghabisi Goliat. Dipancungnyalah kepala Goliat dengan pedangnya sendiri.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Terpujilah Tuhan, gunung batuku.
Ayat. (Mzm 144:1b.2.9-10)
1. Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku! Ia mengajar tanganku bertempur, Ia melatih jari-jariku berperang!
2. Ia menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku; Ia menjadi perisai, tempat aku berlindung; Dialah yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!
3. Ya Allah, aku hendak menyanyikan lagu baru bagi-Mu; dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur. Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada raja-raja, dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mat 4:23)
Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah, dan menyembuhkan semua orang sakit.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:1-6)
 
"Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat menyelamatkan nyawa orang atau membunuhnya?"
  
Pada suatu hari Sabat Yesus masuk ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu, “Mari, berdirilah di tengah!” Kemudian Yesus berkata kepada mereka, “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Tetapi mereka itu diam saja. Yesus jengkel karena kedegilan mereka! Dengan marah Ia memandang sekeliling, lalu berkata kepada orang tadi, “Ulurkanlah tanganmu!” Ia pun mengulurkan tangannya, dan sembuhlah seketika. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Ada seorang ibu yang selalu cemburu terhadap tetangganya. Kalau ada tetangganya yang beli kulkas baru, ia juga mau ikut-ikutan beli. Ia merasa gengsinya akan naik, kalau ia memiliki apa yang dimiliki oleh tetangganya. Karena itu, ia tidak mau kalah. Persaingan ia teruskan ke hal-hal lain.

Kecemburuan itu terus berkembang. Di dalam hatinya mulai tumbuh rasa iri terhadap tetangganya itu. “Ah, dia itu kan bisanya ambil uang orang lain untuk beli barang-barangnya. Suaminya kan biasa korupsi,” kata ibu itu suatu hari kepada seorang temannya.

Temannya itu tidak mau menanggapi. Ia tahu kalau tetangga ibu itu orang yang baik. Suaminya seorang yang jujur. Karena itu, tidak ada alasan untuk menuduh hal yang bukan-bukan kepada suaminya.

Melihat hasutannya tidak berhasil, ibu itu menceritakan hal yang bukan-bukan kepada temannya yang lain. Gosip terus ia lancarkan, meski temannya itu tidak mau peduli juga. Akhirnya, ibu itu jadi bosan. Namun ia tetap menyimpan rasa iri di dalam hatinya. Bahkan suatu hari ia membuat rencana yang membahayakan nyawa tetangganya. Namun rencana itu tidak berhasil. Ia mengurungkan niatnya untuk mencelakai tetangganya.

Kita hidup dalam dunia yang sering memupuk persaingan yang tidak sehat. Untuk bersaing dengan orang lain yang lebih mampu, orang berani melakukan hal-hal yang tidak jujur. Tipuan-tipuan sering dilakukan untuk bersaing dengan orang lain. Hal ini tentu akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Untuk mencapai suatu hasil yang tinggi, orang mesti menipu diri sendiri. Orang menyembunyikan kemampuannya yang sesungguhnya.

Sering hal-hal seperti ini kemudian menimbulkan iri hati, dendam bahkan kebencian terhadp orang lain. Akibatnya, orang tidak peduli terhadap orang lain. Orang merasa diri mampu, tetapi sebenarnya tidak bisa buat apa-apa. Ketika harus berhadapan dengan dunia nyata, orang lalu sadar akan kenyataan hidupnya.

Sebagai orang beriman, kita diajak untuk membangun hidup yang mengandalkan ketulusan hati. Orang mesti tulus dalam kata-kata dan perbuatannya. Dengan demikian, ia dicintai oleh semua orang yang ia jumpai dalam hidupnya. Karena itu, pertanyaan bagi kita adalah sudahkah kita melepaskan diri dari iri hati, cemburu dan dendam?

Kalau kita bisa melepaskan iri hati, cemburu dan dendam, kita akan menjadi orang yang jujur pada diri sendiri dan sesama. Kita akan menjadi orang yang bahagia dalam hidup ini.

Setiap hari kita mengalami betapa hidup ini begitu indah. Tentu saja indahnya hidup ini tidak tercipta hanya dari yang baik-baik saja. Hidup ini juga tercipta dari kesulitan-kesulitan hidup. Karena itu, mari kita syukuri aneka pengalaman hidup ini. Kita mengsyukurinya karena aneka pengalaman itu mampu membentuk hidup kita seperti sekarang ini. Tuhan memberkati. **
(RP. Fransiskus de Sales, SCJ)  
 
St. Antonius, Abas  
(Sumber: imankatolik.or.id)
         
Hidup dari tahun 250 dan meninggal tahun 356. Antonius seorang pemuda dari Mesir. Antonius seorang pemuda yang kaya raya, karena mendapatkan harta dari orang tuanya, yang meninggal pada saat Antonius berumur 20 tahun.

Antonius membagi semua hartanya kepada oran-orang Miskin. kemudian ia hidup lebih dekat dengan Tuhan dengan bertapa, berdoa dan bermatiraga. Antonius bermaksdu mengarahkan seluruh perhatiannya pada usaha menjalin hubungan mesra dengan Allah melaului doa-doa, meditasi dan bertapa.

Semua ini menjadikan Antonius kepada suatu tingkat hidup spritualitas rohani yang tinggi dan menjadikan dia seorang pendoa yang handal. Banyak sekali orang-orang pada waktu itu mendatanginya dengan berbagai macam permasalahan hidupnya. Kepada orang-orang tersebut Antonius senantiasa memberikan nasehatinya, dimana salah satu nasehatnya dan mendapat peneguhan iman: "kamu mengetahui pandangan-pandangan Setan yang menyesatkan. Kamu mengetahui kekuatan dan kelemahan setan, menghadapi semua itu, Percayakanlah kepercayaanmu kepada Yesus Kristus. Percayalah bahwa akhirnya kamu akan menang atas segala kejahatan"

"Saya tidak takut kepadamu; engkatu (godaan) tidak akan memisahkan daku dari cinta kasih Yesus Kristus"
demikianlah karene kebenaran menjadi semboyan akan godaan dinyatakan.

Antonius tidak hanya memusatkan perhatian kepada kontemplasi dan meditasi saja, akan tetapi juga pada pembelaan iman Katolik. Antonius juga tercatat dua kali pergi ke Alexandria untuk menghibur dan meneguhkan saudara-saudara seiman yang mendapat tantangan dari kaum Arian yang sesat. 
    
Antifon Komuni (Bdk. Mat 19:21)

Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku, demikianlah firman Tuhan.

If you would be perfect, go, sell what you have, give to the poor, and follow me, says the Lord.

Doa Malam

Ya Allah, Engkau telah membantu Santo Antonius mengalahkan kuasa kegelapan dengan gemilang. Bantulah kami juga agar setelah dipuaskan dengan sakramen-sakramen-Mu, kami dapat mengatasi segala tipu muslihat musuh. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.