Bergabunglah bersama kami di
Facebook Renungan Pagi @blogspot 
dapatkan juga renungan dan bacaan harian dalam dua bahasa (Indonesia-Inggris)


Baru! daftar bacaan Rumus Umum Santa Perawan Maria  (klik di sini)
(untuk kepentingan bacaan alternatif  liturgi sabda, peringatan fakultatif Santa Perawan Maria)








Minggu, 01 Februari 2015 Hari Minggu Biasa IV

Minggu, 01 Februari 2015
Hari Minggu Biasa IV
 
Barangsiapa takut akan Tuhan tidak kuatir terhadap apapun, dan tidak menaruh ketakutan sebab Tuhanlah pengharapannya. (Sir 34:14)

 
Antifon Pembuka (Mzm 105:47)

Selamatkanlah kami, ya Tuhan Allah kami, dan kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus dan bermegah-megah dalam puji-pujian kepada-Mu.

Save us, O Lord our God! And gather us from the nations, to give thanks to your holy name, and make it our glory to praise you.

 
atau

Lætetur cor quærentium Dominum: quærite Dominum, et confirmamini: quærite faciem eius semper.
 

Doa Pagi

 
Ya Allah, Engkau telah mengutus Yesus Kristus, Putra-Mu untuk mengajar kami. Semoga berkat pengajaran-Nya yang penuh kuasa, kami semakin terbuka dan memusatkan perhatian pada Sabda yang akan membawa pengudusan bagi hidup kami. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
 
Bacaan dari Kitab Ulangan (18:15-20)
   
 
"Seorang nabi akan Kubangkitkan, Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya."
   
Sekali peristiwa berkatalah Musa kepada bangsanya, “Seorang nabi sama seperti aku akan dibangkitkan bagimu oleh Tuhan, Allahmu, dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu. Dialah yang harus kamu dengarkan. Di Gunung Horeb dulu, pada hari perkumpulan, kamu minta kepada Tuhan, Allahmu, dengan berkata: Aku tidak mau lagi mendengar suara Tuhan, Allahku, dan tidak mau lagi melihat api yang besar ini, supaya aku jangan mati! Lalu berkatalah Tuhan kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik. Aku akan membangkitkan bagi mereka seorang nabi seperti engkau dari antara saudara-saudara mereka sendiri. Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan firman-Ku yang akan diucapkan oleh nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban. Tetapi seorang nabi yang berani mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan, atau yang berkata demi allah lain, nabi seperti itu harus mati.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan, mi = d, 4/4, PS 854
Ref. Singkirkanlah penghalang Sabda-Mu, cairkanlah hatiku yang beku, dan bimbinglah kami di jalan-Mu.
Ayat (Mzm 95:1-2.6-7.7-9)
1. Marilah kita bernyanyi-nyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi Gunung Batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur bersorak-sorailah bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.
2. Masuklah, mari kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita; kita ini umat gembalaan-Nya serta kawanan domba-Nya.
3. Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara-Nya, janganlah bertegar hati seperti di Meriba, seperti waktu berada di Masa di padang gurun, ketika nenek moyangmu mencobai dan menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (7:32-35)
  
"Anak-anak gadis memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus."
   
Saudara-saudara, aku, Paulus, ingin supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana supaya Tuhan berkenan kepadanya. Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana supaya ia dapat menyenangkan isterinya, dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana supaya ia dapat menyenangkan suaminya. Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri; bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasanmu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = d, 2/4, PS 961
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 4:16)
Bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat terang besar, dan bagi yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit terang. Alleluya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (1:21-28)
 
"Yesus mengajar sebagai orang yang berkuasa."
  
Pada awal karya-Nya Yesus beserta murid-murid-Nya tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Pada waktu itu, di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak, “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau, yakni Yang Kudus dari Allah!” Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya, “Diam, keluarlah dari padanya!” Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya, “Apa ini? Suatu ajaran baru? Guru ini berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun Ia perintah, dan mereka taat kepada-Nya!” Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Yesus ke segala penjuru di seluruh daerah Galilea.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
 
Tidak sedikit orang yang memiliki jabatan tinggi dan penting dalam masyarakat ataupun Gereja sungguh menyadari kalau ia memang orang penting. Biasanya orang yang begini akan tampak dalam gayanya. Entah bergaya bos, berjarak dan tidak jarang cara memandangnya seperti meremehkan orang lain. Orang-orang begini lupa bahwa jabatan itu punya batas waktu, kekuasaan itu tidak selamanya. Suatu saat orang harus turun takhta, entah karena masa jabatannya habis, karena usia, atau karena diberhentikan/dilengserkan.

Orang-orang penting seperti di atas sebaiknya mengikuti teladan Musa pada bacaan pertama hari ini. Musa yang pada waktu itu menjadi tokoh nomor satu dalam bangsa Israel mengakui dengan rendah hati bahwa seorang nabi akan dibangkitkan oleh Tuhan Allah dari antara umat. Secara tersirat Musa mengakui bahwa ia bukanlah satu-satunya nabi. Lebih penting dari itu Musa menyadari bahwa yang utama dan pertama adalah Tuhan Allah sendiri yang membangkitkan nabi seturut kehendak-Nya. Akan tetapi kata-kata Musa pada bacaan pertama ini akhirnya menunjuk nabi agung yang akan dibangkitkan Allah sendiri. Dialah Tuhan Yesus Kristus yang dalam Injil hari ini tampil sebagai Musa baru. Yesus mengajar dan menyampaikan firman sebagai orang yang berkuasa. Dengan demikian, sebenarnya Injil sedang mewahyukan kepada kita siapa Yesus. Dialah Yang Kudus dari Allah sebagaimana diakui oleh orang yang kerasukan setan itu.

Kita diundang Allah untuk berperan tertentu, pada waktu tertentu, di tempat tertentu dan dengan tugas tertentu. Pemimpin masyarakat dan Gereja akan terus silih berganti. Bila kita pun menjadi pemimpin, akan berakhir pula masanya. Akan tetapi satu hal selalu tetap: Tuhan Yesus Kristus akan tetap hidup. Dialah sebenarnya sang pemimpin abadi, Dialah pemimpin sejati yang tak pernah diganti. Kita masing-masing hanyalah pelayan-Nya untuk tugas tertentu, di waktu tertentu dan tempat tertentu. (EM/Inspirasi Batin 2015)

Antifon Komuni (Mzm 31:17-18)

Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu. Selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu. Tuhan, janganlah membiarkan aku mendapat malu, sebab aku berseru kepada-Mu.

Let your face shine on your servant. Save me in your meciful love. O Lord, let me never be put to shame, for I call to you.

Illumina faciem tuam super servum tuum, et salvum me fac in tua misericordia: Domine, non confundar, quoniam invocavi te.

"Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"

Sabtu, 31 Januari 2015
Peringatan Wajib St. Yohanes Bosko, Imam


Ibr. 11:1-2,8-19; Mzm. MT Luk. 1:69-70,71-72,73-75; Mrk. 4:35-41 

"Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"

Terikakan para murid pada saat perahu mereka diobang-ambingkan oleh taufan dan ombak yang besar jelas sekali menunjukkan bahwa mereka kurang beriman. "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" Hal semacam ini, mungkin juga pernah kita alami. Pada saat hidup kita diombang-ambingkan oleh banyak persoalan dan kita tidak tahu bagaimana harus mengatasi karena berbagai macam usaha selalu mengalami kebuntuan, iman dan sopan santun kita pada Tuhan pun bisa berkurang, bahkan hilang. Bisa jadi kita berteriak dan marah pada Tuhan karena Ia seolah tidak peduli dengan kita. Namun, yang selalu harus kita ingat adalah: Tuhan selalu bersama dengan kita. Ia seolah-olah membiarkan kita, bisa jadi untuk menguji ketangguhan iman kita, atau karena Ia tahu bahwa kita masih mampu tetapi belum berusaha secara optimal. Yang jelas dan pasti, Ia tidak akan pernah membiarkan kita binasa. Oleh karena itu, dalam berbagai persoalan hidup yang kita hadapi, kita tidak perlu kita mempunyai rasa takut yang berlebihan tetapi sebaliknya mempunyai iman yang semakin tangguh dan mendalam.

Doa: Tuhan, bantulah kami mengatasi rasa takut yang seringkali mengganggu kami dan berilah kami iman yang tangguh dan mendalam. Amin. -agawpr-

Sabtu, 31 Januari 2015 Peringatan Wajib St. Yohanes Bosko, Imam

Sabtu, 31 Januari 2015
Peringatan Wajib St. Yohanes Bosko, Imam
 
“Kita harus menjauhkan rasa marah, kalau kita membetulkan kesalahan anak-anak” (St. Yohanes Bosko)

 
Antifon Pembuka (Mat 5:19)

Siapa yang mengajarkan dan melakukan sabda Tuhan, dialah yang akan disebut besar dalam Kerajaan Surga.

Doa Pagi


Ya Allah, Engkau telah mengobarkan hati Santo Yohanes Bosko, Imam-Mu, untuk menjadi bapa dan guru bagi kaum muda. Kami mohon, perkenankanlah agar dengan nyala api yang sama, kami pun mampu memperhatikan kaum muda, mencari jiwa-jiwa, dan mengabdi hanya kepada-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
   
Iman adalah jaminan dari segala harapan kita dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Karena hidup orang Kristiani ditandai dengan janji Allah akan keselamatan. Wafat Yesus yang menyelamatkan dan imamat surgawinya bukanlah sebuah khayalan belaka, melainkan sebuah kenyataan.
   

Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (11:1-2.8-19)
   
"Abraham menantikan kota yang dirancang dan dibangun oleh Allah sendiri."
     
Saudara-saudara, iman adalah dasar dari segala yang kita harapkan dan bukti dari segala yang tidak kita lihat. Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita. Karena iman, Abraham taat ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya; ia berangkat tanpa mengetahui tempat yang ia tuju. Karena iman, ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing, dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu. Sebab ia menanti-nantikan kota yang beralas kokoh, yang dirancang dan dibangun oleh Allah sendiri. Karena iman pula Abraham dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia yakin bahwa Dia, yang memberikan janji itu setia. Itulah sebabnya, dari satu orang yang malahan telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit atau pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya. Dalam iman, mereka semua telah mati sebagai orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi hanya dari jauh mereka melihatnya; mereka melambai-lambai kepadanya dan mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini. Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air. Andaikata dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke sana. Tetapi yang mereka rindukan adalah tanah air yang lebih baik, yaitu tanah air surgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka. Karena iman, Abraham rela mempersembahkan Ishak tatkala ia dicobai, ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal, walaupun kepadanya telah dikatakan, “Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu.” Abraham percaya bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang sekalipun mereka sudah mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Kidung Tanggapan
Ref. Terpujilah Tuhan Allah Israel, sebab Ia telah mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ayat. (Lukas 2:69-70.71-72.73-75; R:68)
1. Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa, putera Daud, hamba-Nya. Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala, dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.
2. Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua lawan yang membenci kita. Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kita dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.
3. Sebab ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita, akan membebaskan kita dari tangan musuh. Agar kita dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 13:16)
Demikian besar kasih Allah kepada dunia, sehingga Ia menyerahkan Anak-Nya yang tunggal. Setiap orang yang percaya kepada-Nya memiliki hidup abadi.
 
Yesus peduli dengan situasi kehidupan kita. Ia tidak membiarkan kita binasa. Dengan kuat kuasa-Nya, Ia akan menyelamatkan kita. Kita hanya diminta untuk datang dan percaya kepada-Nya.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (4:35-41)
    
"Angin dan danau pun taat kepada Yesus."
  
Pada suatu hari, ketika hari sudah petang, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Marilah kita bertolak ke seberang.” Mereka meninggalkan orang banyak yang ada di sana lalu bertolak, dan membawa Yesus dalam perahu itu di mana Ia telah duduk; dan perahu-perahu lain pun menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat, dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid membangunkan Yesus dan berkata kepada-Nya, “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Yesus pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau, “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau pun menjadi teduh sekali. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain, “Siapakah gerangan orang ini? Angin dan danau pun taat kepada-Nya?”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan
  
Tuhan tidur. Benarkah Tuhan Yesus tidur saat ada taufan dahsyat? Ya, Dia tidur karena kepayahan. Tetapi bisa jadi, Dia tidur-tiduran untuk menguji iman para murid dan mengajarkan apa arti sesungguhnya dari kata “percaya”. Banyak kehidupan pribadi, keluarga, komunitas, di tempat kerja dan lain sebagainya mengalami badai karena tidak percaya kepada kasih dan kekuatan Allah yang ada pada masing-masing pribadi. Santo Yohanes Bosko tertantang untuk peduli kepada pendidikan anak muda. Karena percaya akan kekuatan Tuhan, yang diwujudkan dengan kerja keras, kasih sayang dan kesabaran, ia dapat mengumpulkan 1000 orang muda dari keluarga miskin dan mendidik mereka dengan baik. “Percaya” itu tentu ada isinya.

Doa Malam

Tuhan, hari ini banyak peristiwa yang dapat membuat ketakutan dan cemas bila orang lupa akan kehadiran-Mu pada setiap peristiwa hidup. Jangan biarkan kami terombang-ambing oleh rupa-rupa ajaran palsu dunia ini. Kuatkan iman kami akan kasih-Mu yang menyelamatkan. St. Yohanes Bosko, doakanlah kami. Amin.


RUAH

"Benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu"

Jumat, 30 Januari 2015
Hari Biasa Pekan III

   
Ibr. 10:32-39; Mzm. 37:3-4,5-6,23-24,39-40; Mrk. 4:26-34.
 
"Benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu"
 
Benar bahwa para petani tidak selalu menyadari bahwa benih-benih yang ditabur atau ditanam di ladangnya mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Demikian pula, para orang tua juga sering tidak menyadari pertumbuhan dan perkembangan anak-anaknya. Cukup sering saya mendengar ungkapan atau membaca status di FB dari para orangtua pada saat anaknya sudah cukup dewasa, khususnya di hari ulangtahunnya. Kurang lebih, mereka mengungkapkan bahwa rasanya belum lama mereka menimang, menyuapi, menggendong, mengajari omong dan berjalan ... tahu-tahu sekarang sudah besar dan dewasa. Lalu, biasanya diakhiri dengan ucapan syukur dan terimakasih serta harapan. Nah, di balik ungkapan itu, saya melihat ada keyakinan iman akan karya Tuhan dalam diri anak, dalam diri kita masing-masing. Setiap saat, Tuhan terus-menerus mencipta dan berkarya dalam diri kita, memberikan pertumbuhan dan jamiman hidup. Itulah tanda nyata bahwa Allah meraja dalam diri kita, bahwa Tuhan sungguh dekat dengan kita, bahwa tangan Tuhan terus-menerus membentuk kita, bahwa kasih-Nya senantiasa melindungi dan menjamin kita.

Doa: Ya Tuhan, biarkanlah kami selalu tumbuh dan berkembang dalam rencana dan karya tangan-Mu. Amin. -agawpr-

Jumat, 30 Januari 2015 Hari Biasa Pekan III

Jumat, 30 Januari 2015
Hari Biasa Pekan III

Dengan penciptaan, Sabda menyatakan Allah itu Pencipta --- St Ireneus.

   
Antifon Pembuka (Mzm 37:3)

Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia.

Doa Pagi


Allah Bapa sumber iman kepercayaan, kami mohon iman akan Sabda-Mu, dan resapkanlah ke dalam lubuk hati kami janji-Mu akan memberi kehidupan, agar kami menjadi orang yang berkenan di hati-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
 
Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (10:32-39)
    
 
"Kalian telah menderita banyak, sebab itu janganlah melepaskan kepercayaanmu."
   
Saudara-saudara, ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita karena kamu harus bertahan dalam perjuangan yang berat, baik waktu kamu dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun waktu kamu mengambil bagian dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian. Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman, dan ketika hartamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih langgeng sifatnya. Sebab itu janganlah melepaskan kepercayaanmu, karena besarlah upah yang menantinya. Kamu sungguh memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. Sebab dalam Alkitab tertulis: "Sedikit, atau bahkan sangat sedikit waktu lagi, Dia yang ditetapkan untuk datang itu akan tiba tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, Aku tidak berkenan lagi kepadanya." Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan akan binasa! Sebaliknya: Kita ini orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan.
Ayat (Mzm 37:3-4.5-6.23-24.39-40)
1. Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia; bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memenuhi keinginan hatimu!
2. Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah pada-Nya, maka Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan menampilkan hakmu seperti siang.
3. Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya. Kalaupun ia jatuh, tidaklah sampai binasa, sebab Tuhan menopang tangannya.
4. Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan; Dialah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan; Tuhan menolong dan meluputkan mereka dari tangan orang-orang fasik. Tuhan menyelamatkan mereka, sebab mereka berlindung pada-Nya.
 
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana. 

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (4:26-34)
  
"Kerajaan Surga seumpama orang yang menabur benih. Benih itu tumbuh, namun orang itu tidak tahu."
 
Pada suatu ketika Yesus berkata, "Beginilah halnya Kerajaan Allah: Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan benih di tanah. Malam hari ia tidur, siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas, dan tunas itu makin tinggi! Bagaimana terjadinya, orang itu tidak tahu! Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkai, lalu bulir, kemudian butir-butir yang penuh isi pada bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba". Yesus berkata lagi, "Dengan apa hendak kita bandingkan Kerajaan Allah itu? Atau dengan perumpamaan manakah kita hendak menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil daripada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain, dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam rimbunannya". Dalam banyak perumpamaan semacam itu Yesus memberitakan sabda kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka. Tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan
 
Suatu saat saya mengikuti retret yang disebut retret Kerajaan Allah. Para peserta selama tiga malam tinggal di rumah penduduk dan mengikuti ritme hidup tuan rumah. Saya tinggal dalam keluarga petani sangat sederhana. Waktu itu musim panas, tetapi petani itu tetap menanam ubi jalar di tegalan yang sudah dicangkulnya. Saya bertanya: ”Musim panas seperti ini kok tanam ubi, apakah tidak mati?” Jawabnya: ”Saya ini kan petani, bisanya hanya menanam! Tuhanlah yang memberi hidup dan pertumbuhan...!”.

Petani itu mempunyai keyakinan bahwa Tuhan akan memberi kehidupan pada ubi yang ditanamnya. Itulah iman. Itulah Kerajaan Allah. Kerajaan Allah adalah Allah yang hidup, berkarya dan meraja. Dia bekerja dalam diri petani tadi, sehingga ia tabah, tekun dan sabar. Allah juga bekerja dengan lembut, pelan dan tak kentara, tetapi memiliki daya tumbuh dalam ubi jalar dan makhluk lain.

Allah adalah the inner power dalam hidup kita seperti daya yang membuat biji itu hidup, tumbuh, dan menghasilkan buah melimpah. Maka ”kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup” (Ibr. 10:39).
 
Bapa yang penuh kasih, puji syukur bagi-Mu karena Engkau senantiasa hadir, meng­hidupi dan membaharui hidupku. Ajarilah saya untuk senantiasa taat kepada-Mu. Amin.
 
Doa Malam

Allah Bapa sumber kebahagiaan, kami bersyukur bahwasanya Engkau telah memulai membuka kedamaian di tengah-tengah kami melalui Yesus, Sabda-Mu yang terpercaya. Kami mohon, semoga kami selalu setia dalam kata dan karya mengingat kebahagiaan umat manusia. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin.
  
Ziarah Batin 2015, Renungan dan Catatan Harian